Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Sebagian cerah, 29.1 ° C

Pamsimas Tak Berfungsi, Warga Terpaksa Ambil Air ke Sungai

Tim Pikiran Rakyat
ANA (32) warga blok Sumur Bandung, Dusun Sukajadi, Desa Purbahayu Kec Pangandaran menunjukan meteran Pamsimas yang sudah setahun tidak berfungsi lagi, Rabu, 31 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
ANA (32) warga blok Sumur Bandung, Dusun Sukajadi, Desa Purbahayu Kec Pangandaran menunjukan meteran Pamsimas yang sudah setahun tidak berfungsi lagi, Rabu, 31 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Warga di Blok Sumur Bandung Dusun Sukajadi, Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran terpaksa harus kembali berjalan kaki sejauh 1 kilometer lebih demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhannya sehari-harinya. 

Pasalnya sudah satu tahun ini mesin pompa yang dipasang melalui Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) rusak, dimana Pamsimas ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk pemenuhan kebutuhan air masyarakat di daerah rawan kekeringan seperti yang terjadi di beberapa wilayah di saat musim kemarau.

Ana (32) salah satu warga di blok Sumur Bandung RT 04 RW 02 Dusun Sukajadi, Desa Purbahayu mengatakan, dirinya bersama warga di blok Sumur Bandung terpaksa harus berjalan kaki mengambil air bersih untuk kebutuhan nya sehari-hari di sebuah sungai sekitar 1 kilometer jaraknya dari rumah. 

"Ya kalau lagi musim kemarau gini kami terpaksa harus jalan kaki mengambil air di sungai yang belum mengering," ungkap Ana, Rabu, 31 Juli 2019.

Kesulitan untuk mendapatkan air ini sudah dirasakan semenjak pompa air rusak, karena menurut dia, dengan pompa air (Pamsimas) air langsung memgalir hingga ke rumah dan bayar perbulannya sesuai pemakaian.

"Kami kan di dataran tinggi, kalau mau buat sumur pun sangat sulit selain harus digali puluhan meter juga banyak terdapat batu-batu cadas sehingga sulit untuk digali. Paling kalau ada hujan kami nampung air di ember atau buat kolam tampung di pekarangan," ujarnya. 

Pompa rusak

Sekretaris Desa Purbahayu, Darsum mengatakan, pompa yang rusak itu sempat dua kali diperbaiki, namun kembali tidak berfungsi akhirnya warga tidak mau memperbaikinya lagi dengan alasan mahal. 

"Yang pertama saja kita perbaiki habis 20 juta yang kedua 18 juta, belum biaya ngangkat pompanya aja sudah 7 juta," ungkap Darsum.

Darsum mengatakan, Desa Purbahayu mendapat bantuan pamsimas di dua titik yakni di Dusun Sukajadi dan Dusun Mungganggondang. 

"Cuma yang masih berfungsi tinggal satu yang di Dusun Mungganggondang sumber airnya dari air curug, kalo yang di Dusun Sukajadi pake sumur bor," ujar Darsum, seraya menambahkan, bahwa Pamsimas dikelola oleh kelompok. 

"Jadi uang hasil pembayaran air dari warga tidak sebanding dengan biaya perbaikan pompa, apalagi pakai APBDes, anggarannya minim," pungkasnya.

Daerah berbukit

Di tempat terpisah menurut Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Kab. Pangandaran Asep Suhendar, Kabupaten Pangandaran terbagi dalam 10 kecamatan dengan 93 desa dan memiliki luas wilayah 168.509 hektar dan luas laut 67.340 hektar dan merupakan daerah berbukit dan gunung dengan ketinggian tempat antara 776 - 1000 meter di atas permukaan laut.

Menurut Asep, Kab Pangandaran telah mengikuti program Pamsimas sejak tahun 2017, total desa yang telah mendapatkan intervensi Pamsimas 17 bersumber dari APBD Kab Pangandaran dan pada tahun 2018 18 sumber dari APBD dan APBN. 

Bahkan pada tahun 2019 ini, lanjut Asep, Kab. Pangandaran mendapatkan bantuan langsung masyarakat melalui APBN dan APBD Kabupaten sebanyak 20 desa meliputi Desa Batukaras, Bunguraya, Cibuluh, Cimanggu, Cimindi, Ciparakan, Ciparanti, Cisarua, Jadikarya, Jadimulya, Karangsari, Kedungwuluh, Paledah, Pasirgeulis, Sukahurip, Sukamulya, Cintakarya, Karangbenda, Legokjawa dan Margacinta.

"Bantuan kita serahkan kepada pemerintah desa yang kemudian dikelola oleh warga untuk dijadikan sebagai usaha bisnis yang hasilnya bisa digunakan untuk biaya pemeliharaan Pamsimas yang sudah diserahkan," ujar Asep kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi. 

Sementara informasi dari BPBD Kab Pangandaran yang dikeluarkan oleh pihak BMKG, bahwa musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga bulan September 2019 mendatang. Bantuan air bersih terus dilakukan baik dari pemerintah daerah maupun Muspika Kec Pangandaran.***

Bagikan: