Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Kekurangan Ruang Rawat Inap Kelas Tiga, RSUD Kota Bogor Akan Bangun Ruang Tambahan

ILUSTRASI rumah sakit umum daerah.*/AHMAD RAYADIE/PR
ILUSTRASI rumah sakit umum daerah.*/AHMAD RAYADIE/PR

BOGOR, (PR).- Banyaknya pasien rujukan di Kota Bogor belum sebanding dengan  jumlah ruang rawat inap yang disediakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Saat ini, jumlah ruang rawat inap yang disediakan di RSUD Kota Bogor sebanyak 357 ruangan, dengan mayoritas  ruang kategori kelas tiga. 

“Tingkat pengisian tempat tidur di RSUD Kota Bogor melebihi target, bisa mencapai 85 persen setiap harinya, dari target 80 persen. RS di Kota Bogor secara keseluruhan tidak hanya diisi warga Kota Bogor, tetapi juga Kabupaten Bogor. Apalagi RSUD, ya, orang Parung, Leuwiliang dirujuk semua ke sini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor sekaligus Pelaksana tugas Dirut RSUD Kota Bogor, Rubaeah, di RSUD Kota Bogor, Rabu, 31 Juli 2019.

Menurut Rubaeah, kebutuhan ruang rawat inap terbesar ada di kategori kelas tiga, namun jumlahnya terbatas. Sesuai peraturan daerah tentang ketersediaan ruang rawat inap kelas tiga, RSUD harus menyediakan porsi minimal 40 persen. Namun, kebutuhan ruang rawat inap kelas tiga di RSUD Kota Bogor lebih dari 40 persen.

“Kalau dibilang terpenuhi, ya, belum, tapi kita fleksibel. Kalau misal ruang inap kelas tiga sudah penuh, ya, bisa digeser ke kelas dua,” ucap Rubaeah.

Dengan melonjaknya kebutuhan ruang rawat inap kelas tiga, Pemkot Bogor akan membangun ruang rawat inap tambahan. Rencananya, akan ada 264 ruang rawat inap baru yang disediakan di RSUD Kota Bogor. Penambahan tersebut disesuaikan dengan dominasi pasien jaminan kesehatan nasional yang berobat ke RSUD Kota Bogor.

“Dari 264 (ruang rawat inap baru) itu, mayoritas untuk kelas tiga, ini upaya untuk memberikan pelayanan bagi pasien JKN,” kata Rubaeah.

Peningkatan fungsi puskesmas dan rencana RSUD baru

Logo Kota Bogor/DOK. PR

Selain itu, untuk mengurangi beban rujukan rawat inap di RSUD Kota Bogor, Pemkot Bogor juga berencana meningkatkan fungsi puskesmas menjadi puskesmas rawat inap. Rencananya, puskesmas yang dipilih sebagai puskesmas rawat inap adalah yang berlokasi di wilayah timur dan selatan.

“Tentunya kita pilih puskesmas yang strategis dan mudah dijangkau. Saat ini, sudah ada delapan puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap. Yang lahannya paling memungkinkan dan tingkat kunjungan pasiennya tinggi, mungkin di Mekarwangi dan Cipaku. Tinggal dikembangkan saja,” ujarnya.

Tak hanya soal peningkatan fungsi puskesmas, Pemkot Bogor juga berwacana membangun RSUD baru untuk memenuhi layanan masyarakat di wilayah timur dan selatan. “Wacananya sebenarnya sudah lama, tapi perlu kajian matang karena butuh lahan. Yang paling strategis, ya, di lokasi R3,” kata Rubaeah.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan bahwa Pemkot Bogor memang berencana membangun RSUD baru. Rencananya, pembangunan RSUD itu baru akan dilakukan pada tahun 2021.

Inshaallah di Bogor Timur, karena di sana warga belum bisa akses rumah sakit daerah, banyak warga justru ke RSUD Ciawi dan swasta. Kita ingin ada RSUD baru,” ujar Bima.

Pembangunan RSUD baru di Kota Bogor, lanjut Bima, akan dilakukan secara bertahap. Salah satu yang dipersiapkan adalah lahan. “Ada beberapa opsi lahan yang dibidik, saya belum bisa buka karena harus disesuikan dengan perencanaan yang matang,” ucapnya.***

Bagikan: