Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Jemaah Haji Asal Majalengka Kompak Berbatik Khas Daerahnya serta Bersyal Merah

Tati Purnawati
*/TATI PURNAWATI/KC
*/TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA,(PR).- Semua jemaah calon haji asal Majalengka diminta untuk mengenakan baju batik khas Kabupaten Majalengka dan selendang pada waktu-waktu tertentu. Hal ini untuk mempermudah pengenalan identitas setiap calon haji saat berada di Makkah dan Madinah hingga kepulangan nanti.

Pakaian batik dan selendang merah yang dikenakan pada saat-saat tertentu seluruhnya difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka. Bupati Majalengka Karna Sobahi mengungkapkan penyediaan seragam batik dan syal sebagai salah satu identias serta bentuk pelayanan pemerintah bagi jemaah haji di Kabuapten Majalengka.

“Batik yang dikenakan adalah batik khas Majalengka. Jadi yang ditekankan kepada calon haji itu ada tiga yaitu selendang dari KBIH atau grupnya masing-masing, ada selendang dari Kementrian Agama, serta batik. Ini bisa menunjukan identitas saat mereka bertemu di sanan nati,” ungkap Karna, Rabu, 31 Juli 2019 saat melepas jemaah calon haji kelompok terbang 84 dan 85 di halaman Pendopo Gedung Negara, Majalengka.

Kepada seluruh jemaah calon haji, bupati juga berpesan untuk selalu menjaga kesehatan. Karena ibadah tidak hanya rohaniah namun juga harus dalam kondisi sehar agar bisa melaksanakan seluruh rukun haji serta menjalankan sunah.

Dia juga mengintruksikan tenaga kesehatan dan petugas pembimmbing haji untuk selalu melayani setiap jemaah dengan ulet, terutama bagi mereka yang sakit. Pasien harus didatangi langsung berikan pelayanan yang baik dan maksimal.

“Kerja sama dan saling tolong menolong dengan sesama jemaah itu modal penting dalam melaksanakan kekhusukan beribadah,” ungkap Bupati seraya memohon seluruh calon jemaah haji agar mendoakan untuk kesejahteraan masyarakat Majalengka dan pembangunan di Kabupaten Majalengka bisa lebih maju lagi.

“Semoga semua agenda di Makkah dan Madinah bisa dilaksanakan seluruh jemaah dengan baik, hingga kembali ke Majalengka dengan selamat,” ujarnya.

Berharap di Bandara Kertajati

Semula menurut Bupati, pihaknya berharap penerbangan seluruh jemaah haji asal Majalengka bisa dilakukan dari Bandara Kertajati agar lebih efektif dan efisien serta mengurangi resiko bagi semua peserta. Namun ternyata fasilitas penginapan haji di Wilayah III Cirebon ini belum tersedia, serta kendala pada persoalan teknis lainnya.

“Untuk hal itu kita terima dengan harapan untuk haji tahun mendatang penerbangan bisa dilakukan dari Kertajati, agar bisa lebih efektif dan efisien serta menghemat tenaga calon haji dan petugas,” kata Karna.***

Bagikan: