Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Jelang Iduladha, Kebutuhan Sapi Kurban di Indramayu Diprediksi Stagnan

Gelar Gandarasa
SAPI berjejer di kantor Dinas Peternakan Indramayu, belum lama ini. Jelang Iduladha kebutuhan sapi di Indramayu diprediksi stagnan. GELAR GANDARASA/PR
SAPI berjejer di kantor Dinas Peternakan Indramayu, belum lama ini. Jelang Iduladha kebutuhan sapi di Indramayu diprediksi stagnan. GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Kebutuhan hewan ternak jelang Iduladha diprediksi stagnan. Selama ini, kebutuhan hewan ternak di Indramayu dipasok dari luar daerah. Produksi dari peternak lokal belum bisa menutupi kebutuhan di Indramayu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Joko Pramono menuturkan bahwa setiap tahunnya kebutuhan hewan kurban relatif stagnan. Dia mengatakan, kebutuhan sapi pada tahun lalu mencapai 600 ekor dan 2.000 ekor untuk domba atau kambing. Hewan ternak itu mayoritas dipasok dari daerah lain seperti Blitar. “Belum bisa dipenuhi dari peternak lokal,” kata dia, Rabu 31 Juli 2019.

Joko menambahkan, masih sangat minim peternak yang ada di Indramayu. Tak ayal sapi yang diternakan di Indramayu hanya bisa memenuhi kebutuhan lokal sebesar 30 persen. “Kalau di Indramayu sentra peternakan ada di selatan yaitu Gantar,” ungkap Joko.

Guna menarik minat peternak baru, dinas peternakan dan kesehatan hewan belum lama ini dipercaya sebagai tuan rumah kontes ternak Jawa Barat. Kegiatan tersebut merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi-potensi yang ada di bidang peternakan hewan. “Diharapkan warga bisa mengetahui manfaat dari beternak,” ujar dia.

Joko menambahkan, dirinya cukup bangga mendengar rencana pemerintah provinsi untuk menjadikan Indramayu sebagai salah satu sentra peternakan sapi. Namun tentunya hal itu perlu dibarengi juga dengan segala hal penunjangnya. “Alhamdulillah ada perhatian. Tapi masalahnya dari masyarakatnya sendiri sudah siap belum,” katanya.

Faktor sulitnya masyarakat untuk beternak yakni lamanya hasil yang didapat. Dia menjelaskan, kebanyakan masyarakat di Indramayu membutuhkan dana dengan segera. Di sisi lain dalam memelihara sapi diperlukan waktu yang cukup lama dengan pemeliharaan rutin. “Kelihatannya (masyarakat) belum siap,” tutur Joko.

Namun ke depan, dinas peternakan akan terus berupaya mengajak warga untuk beternak sapi. Salah satunya yakni dengan memberikan penyuluhan bagi mereka. Dia menambahkan, saat ini juga dinas peternakan tengah fokus mengenalkan peternakan itik bagi warga. Usaha tersebut cukup terbuka lebar terlebih kebutuhan itik Indramayu mencapai 2 juta ekor per tahun.

Bupati Indramayu Supendi mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya merangsang timbulnya peternak-peternak baru di Indramayu. “Kontes ternak adalah salah satu upaya menarik minat masyarakat,” ungkapnya.   

Sementara itu, dalam membeli hewan ternak masyarakat diminta untuk teliti. Pastikan hewan yang dibeli layak untuk dikurbankan. Sebab penyakit seperti mata merah dan serangan virus seringkali menyerang hewan ternak. Oleh sebab itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan selalu mengecek kesehatan hewan ternak yang dipasarkan di Kabupaten Indramayu.***

Bagikan: