Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Majalengka Masuk Rintisan Pembangunan Ekonomi Kreatif

Tati Purnawati
Logo Kabupaten Majalengka/DOK. PR
Logo Kabupaten Majalengka/DOK. PR

MAJALENGKA,(PR).- Kabupaten Majalengka menjadi salah satu kabupaten bersama dengan 3 kabupaten kota lain di Indonesia yang ditetapkan oleh Badan Ekonomi Kreatif sebagai kabupaten rintisan dimulai pembangunan ekonomi kreatif.

Untuk hal tersebut Pemerintah Kabupaten Majalengka akan mendorong dan memfasilitasi kreativitas kelompok seni pertunjukan dan olahan makanan yang dianggap unik untuk terus dikembangkan dan mampu mendorong pembangunan ekonomi.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengungkapkan dua kelompok seni pertunjukan di Kabupaten Majalengka yang turut mendorong Kabupaten Majalengka dijadikan sebagai kabupaten rintisan ekonomi kreatif, yakni Konser Kampung dengan Kampung Bambunya di Jatitujuh serta JAF dengan kreativitas seninya membuat tanah liat menjadi sebuah alat musik.

“Ada dua kabupaten dan dua kota di Indonesia yang ditunjuk menjadi kabupaten rintisan oleh Badan Ekonomi Kreatif, untuk kabupaten adalah Kutai Kartanegara dan Majalengka, sedangkan kota adalah Kota Palembang dan Malang. Kota Palembang mengembangkan bagaimana makanan khas Palembang mpek mpek bisa dijual secara online serta Malang menjual wisata yang sudah Internasional,” ungkap Bupati Karna.

Kabupaten Majalengka, menurutnya, dianggap paling unik dibanding kabupaten kota lain karena menciptakan alat musik yang orang atau seniman lain belum melakukannya. Mereka mampu secara rutin membuat pertunjukan tanpa bantuan modal atau dukungan material dari APBD maupun APBN.  Dan mereka terus berkreasi menciptakan beragam alat musik dari bambu serta menciptakan nama musiknya itu sendiri.

Misalnya mereka membuat gitar bahan bambu, kecapi, bas serta musik blentung yang semua alat seninya dari bambu dengan cara dipukul dan ditiup. Regenerasi pemain musiknyapun terus berlanjut dan kini disukai anak-anak usia SD hingga mahasiswa. Generasi tuanya menjadi instruktur dan memotivasi anak muda untuk terus berkarya.

Pakaian bambu

Tidak hanya itu mereka pun membangun kreativitas seni pakaian bambu untuk pawai karnaval yang pakaiannya unik.

“Sekarang di Kecamatan Kasokandel ada orang asal Turki yang sudah minta izin untuk mendirikan olahan yang kesemuanya berasal dari bambu. Dia sudah membawa beragam alat rumah tangga berbahan bambu, mulai gelas, sendok, piring dan lain sebagainya ,” ungkap Bupati.

Menurutnya, tanpa disadari oleh warga Majalengka termasuk para pejabatnya, yang ternyata  masyarakat di Kabupaten Majalengka memiliki banyak kreatifitas yang diharapkan bsia menjadi industri kreatif yang mampu menghidupi masyarakat.

“Saya diminta untuk berkomitmen mempasiliatsi mereka. Pemerintah akan membina, mendorong serta membantu mempasilitasi hibah dana.” Kata Bupati Karna.

Hiba dana diperbolehkan menurut aturan asalkan lembaganya jelas, kegiatannya jelas serta hasilnya juga jelas terbukti ada.

Menurut Bupati, pihaknya juga akan mendorong kreatifitas makanan olahan. Karena di Majalengka banyak olahan mananan yang enak dan menarik, baik makanan basah ataupun kering dengan bahan dasar yang diproduksi oleh petani dan masyarakat Majalengka. Makanan khas daerah yang bisa dinikmati semua kalangan.

“Makanan olahan juga akan kita dorong supaya bisa masuk ke pasar nasional,” ungkap Bupati.***

Bagikan: