Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Air Jadi Kebutuhan Mendesak di Cibarusah

Advertorial
KEKERINGAN di  Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Kebuhan akan air bersih sangat mendesak.*/DOK. ACT
KEKERINGAN di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Kebuhan akan air bersih sangat mendesak.*/DOK. ACT

BEKASI, (PR).- Sawah padi yang menguning terbentang di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tanaman padi itu sudah dipanen oleh pemiliknya dan sisa batangnya masih dibiarkan tertancap di tanah. Namun, sebagian tanaman padi lainnya masih utuh tanpa isi.

Sungai Cipamingkis yang lebar, melintang di Cibarusah. Volume airnya sangat kecil. Sementara warna airnya hijau dan berbusa, tanda tercemar. Sungai Cipamingkis hari Rabu yang lalu 24 Juli 2019, telah mengering, sebagian besar badan sungai tak dialiri air. Kekeringan ini telah berlangsung setidaknya dalam empat bulan terakhir.

Rabu itu, ACT hendak menuju Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Di sana, 10 ribu liter air bersih akan didistribusikan menggunakan Humanity Water Tank dari Global Zakat-ACT. Air itu digunakan untuk membantu warga yang sudah kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

Erik Setiawan dari Karang Taruna Desa Ridogalih menuturkan, sumur-sumur warga mulai jarang mengeluarkan air terhitung sejak awal Ramadan tahun 2019 lalu. Desa Ridogalih dan desa-desa lain di Cibarusah tak lagi diguyur hujan yang mengakibatkan sumur kering.

“Di sini, warga mengandalkan sumur bor atau kubangan untuk menampung air hujan. Sekarang kondisinya sudah kering. Bahkan ada usaha menggali sumur menggunakan bor yang sudah sampai 14 meter, tapi belum menghasilkan apapun,” jelas Erik.

Kini, warga hanya dapat berharap hujan segera turun agar kesulitan air bersih dapat teratasi. Jika tidak, warga akan tetap bertahan dengan mengandalkan air kotor dari genangan sungai yang jaraknya cukup jauh dari permukiman warga.

Selain dari genangan air di sungai, warga Ridogalih sekarang hanya harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga yang cukup mahal. Per hari, pengeluaran warga untuk air sekitar Rp 35 ribu - Rp 50 ribu. Selain itu, bantuan air seperti dari Humanity Water Tank menjadi harapan warga.

“Air itu sumber kehidupan. Kalau sulit air seperti ini, ya sulit juga kehidupan kami. Terimakasih atas bantuan air dari Global Zakat-ACT, sangat membantu, apalagi pengirimannya dalam jumlah yang banyak,” ungkap Titin, yang ikut mengantri mendapatkan air bersih.

Yuk terus bantu saudara-saudara kita yang masih harus merasakan sulitnya mendapatkan air akibat bencana kekeringan di musim kemarau ini bersama Aksi Cepat Tanggap. Atau melalui BNI Syariah 44 0000 5051 atas namaYayasan Aksi Cepat Tanggap. Informasi lebih lanjut kunjungi kantor kami jalan Lodaya No. 36 Bandung 0822 1400 1200 (WA).***

Bagikan: