Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Presiden Pasang Badan untuk Kepala Desa

Tati Purnawati
TIGA Kepala Desa asal Majalengka, Sumedang dan Subang berdialog dengan  Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo dan anggota DPRRI Maruarar Sirait dis ebuah rumah makan di Jakarta, Minggu (29/7/2019) malam untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penggunaan Dana Desa,*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
TIGA Kepala Desa asal Majalengka, Sumedang dan Subang berdialog dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo dan anggota DPRRI Maruarar Sirait dis ebuah rumah makan di Jakarta, Minggu (29/7/2019) malam untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penggunaan Dana Desa,*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Tiga Kepala Desa asal Majalengka dan Subang temui Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo menyampaikan manfaat dana desa yang selama ini diterimanya setiap tahun bersana desa lainnya di Indonesia, Minggu 28 Juli 2019 malam.

Udin Jamaludin Kepala Desa Pamanukan Hilir Subang, Dede Sumitra Kepala Desa Hegar Manah Sumedang serta Endin Rojudin, Kepala Desa Lebakwangi Majalengka ketika bertemu Menteri Desa yang difasilitasi anggota DPR RI Maruarar Sirait mengungkapkan, dana desa yang diterima mereka dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan air bersih serta pemberdayaan ekomoni masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa dan bantuan modal bagi masyarakat.

“Dengan dana desa pemerintah di desa bisa mengelola keuangan sesuai kebutuhan masyarakat di desa, pembangunan infrastuktur yang tidak bisa ditangani Pemerintah Kabupaten bisa dilakukan oleh desa. Jalan lingkungan, hingga jalan menuju ke sawah dan kebun bisa dibangun. Ini bisa memperlancar transportasi masyarakat di desa utamanya mengangkut hasil bumi,” ungkap Kepala Desa Lebakwangi Endin.

Setelah ada dana desa, wajah lingkungan di desa hampir seluruhnya baik.

Hal yang sama disampaikan Dede Sumitra yang menyampaikan ungkapan terima kasih dana desa terus meningkat setiap tahunnya.

Mengalami peningkatan

Menteri PDT dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengungkapkan,  perjalanan dana desa dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pada Tahun 2015 atau tahun pertama perguliran dana desa dianggap tidak berhasil karena saat itu dana hanya terserap sebesar 82 % saja, sehingga saat ini banyak pihak  yang meminta dana desa untuk dihentikan dengan alasan desa belum siap dan kekhawatiran dijadikan ajang korupsi.

“Namun saat itu Pak Presiden berpesan kepada saya,  kalau program ini tidak boleh berhenti, baru tahun pertama tidak berhasil ya wajar, tugas kita sebagai pemerintah bukan untuk ngebuli tapi harus membantu mereka sampai mereka bisa, perbaiki pendampingan dan libatkan semua stake holder," Eko mentirukan pesan presiden kepadanya saat itu.

“Jadi Pak Presiden pasang badan terhadap kalian para kepala desa," tutur menteri Eko pada ketiga kepala desa tersebut.

Atas keberanian Presiden, menurutnya,  tahun kedua dana desa dinaikan lagi 2 kali lipat lebih di tahun 2016, dan sekarang sudah mencapai 70 triliun dengan penyerapan mencapai 99%.

Setelah  diadakan pendampingan, penyerapan dana desa dari tahun ketahun kini terus mengalami kenaikan, di tahun 2017 penyerpannya mencapai 93% dan tahun 2018 penyerapannya mencapai 99%. Penyerapan tersebut membuktikan bahwa pengelolaan ana desa semakin baik. 

"Ini membuktikan kalau ada komitmen dari pimpinan paling tinggi dan didukung oleh pelaksana di bawah (kepala desa) program ini bisa dilaksanakan. Selama empat tahun ini terjadi peningkatan pendapatan perkapita di desa rata-rata mencapai 50%, angka penurunan kemiskinan dipesesaan lebih cepat daripada di kota, stunting di desa tidak bisa tumbuh, dan angka pengangguran terbuka didesa sekarang tinggal separohnya di kota.Itulah infeknya dari dana desa", jelas Eko.

Menurutnya ada empat program yang bisa dijalankan diantaranya produk unggulan desa (Prukades), pembangunan embung untuk membantu pengairan pertanian di desa serta Badan usaha Milik Desa untuk membantu perekonomian desa serta sarana olah raga desa. Jika ini dijalankan dalam dua tahun semua desa akan menjadi mandiri.

Sementara itu, di tempat yang sama, Maruarar Sirait di hadapan menteri Desa Pembangunan Tertinggal memberikan bantuan modal buat BUMDes di tiga desa tersebut masing-masing Rp 40.000.000.

Hanya Ara meminta semua BUMDes harus sudah terbentuk sesuai UU dan peraturan yang berlaku. Perkembangan usaha desa tersebut akan terus dimonitor, dan manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa setempat.***

Bagikan: