Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Lima Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Gempa Bumi Lebak

Ahmad Rayadie
PETUGAS dari BPBD Kabuoaten Sukabumi, Senin, 29 Juli 2019 tengah melakukan pendataan dan pemeriksaan rumah yang rusak akibat gempa bumi Lebak.*/AHMAD RAYADIE/PR
PETUGAS dari BPBD Kabuoaten Sukabumi, Senin, 29 Juli 2019 tengah melakukan pendataan dan pemeriksaan rumah yang rusak akibat gempa bumi Lebak.*/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Lima unit rumah warga yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi rusak akibat gempa bumi pada Senin, 29 Juli 2019. Rumah-rumah ini mengalami kerusakan setelah terdampak gempa bumi 5,2 SR di Desa Cihamerang, Kabupaten Lebak.

Satu rumah yang rusak merupakan milik warga di Kampung Cipatuguran RT 002/RW 006, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, dua lainnya milik warga di Kampung Pamengpeuk dan Kampung Pasir Haur, Kecamatan Kabandungan, serta rumah milik warga di Kampung Pamukiman Rt002/009 Desa Gunung Tanjung, Kecamatan Cisolok yang mengalami rusak ringan. Sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan pada atap hingga tembok ambrol. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tapi sempat mengagetkan warga.   

"Kami baru melakukan inventarisir. Kerusakan sementara mencapai lima unit rumah warga. Kerusakan itu merupakan dampak bencana alam di Lebak. Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka luka," kata Koordinator Pengendalian dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Dia mengatakan tim verifikasi dan assesment masih terus bergerak melakukan pendataan. Terutama dibeberapa kecamatan yang berada tidak jauh dari titik lokasi bencana alam. "Tidak hanya melakukan verifikasi, tapi tim bergerak melakukan assesment. Tidak menutup kemungkinan jumlah rumah warga yang terpapar akibat bencana gempa bumi terus bertambah," katanya.

Ia juga mengatakan dampak gempa menimpa warga yang berada tidak hanya berada di radius yang terdekat. Tapi daerah yang cukup jauh menjadi perhatiannya. Apalagi getaran gempa bumi tidak hanya dirasakan warga Sukabumi. "Tapi dirasakan beberapa kota lainnya. Sehingga kami melakukan pendaraan hingga dibeberapa kecamatan lainnya," katanya.

Kerusakan rumah didominasi rumah permanen yang telah berusia lama alias usang. Sehingga banyak rumah warga yang rusak pada tembok. "Tembok warga ambruk akibat tidak mampu menahan getaran gempa bumi," katanya.***

Bagikan: