Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Gunung dan Bukit di Garut Habis Akibat Galian Pasir

Tim Pikiran Rakyat
GUNUNG di kawasan Tutugan Leles sudah terlihat rusak parah akibat maraknya aksi penambangan pasir.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
GUNUNG di kawasan Tutugan Leles sudah terlihat rusak parah akibat maraknya aksi penambangan pasir.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Maraknya aksi penambangan pasir dan batu yang terjadi di wilayah Kabupaten Garut mendapat perhatian Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Ia mengaku sangat prihatin karena akibat marakanya aktivitas penambangan pasir dan batu itu, banyak gunung dan bukit di Garut yang rusak bahkan nyaris rata dengan tanah.

Menyikapi hal itu, Uu pun berjanji akan segera melakukan penertiban. Ia mengaku kondisi alam di Garut ini akan bertambah rusak jika hal ini tidak segera ditertibkan.

"Ini menjadi perhatian kami. Langkah-langkah penertiban akan segera kami lakukan agar gunung dan bukti di Garut ini tidak semakin rusak akibat maraknya penambangan pasir dan batu," ujar Uu saat ditemui seusai menghadiri kegiatan Seribu Putra Putri Garut Menggiring Bola di Pendopo Garut, Sabtu 27 Juli 2019.

Berdasarkan pengamatannya selama in,i tutur Uu, kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Garut saja akan tetapi juga di sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar pun akan terus berupaya mengawasi segala aktivitas yang menimbulkan kerusakan alam seperti ini. .

Bahkan disebutkannya, Gubernur Jabar pun sudah menginstruksikan untuk segera dilakukan pendataan terhadap gunung dan tempat mana saja yang terjadi kerusakan alam akibat penambangan pasir. Daerah yang menjadi perhatiannya terkait adanya aktivitas penambangan ilegal di antaranya Garut, Bogor, Majalengka dan Tasikmalaya. 

"Saat ini untuk yang di Tasikmalaya sudah ditertibkan. Kita akan segera tertibkan pula di daerah lainnya termasuk di Garut ini," katanya.

Cari solusi

Uu menilai, di satu sisi keberadaan penambangan pasir memang dibutuhkan masyarakat untuk pembangunan, akan tetapi hal ini bukan berarti tidak harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Oleh karenanya Pemprov Jabar akan berupaya mencari solusi terbaik agar aktivitas penambangan pasir di wilayah Jabar tetap berjalan akan tetapi harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak ada aktivitas yang bersifat ilegal.

Khusus untuk kegiatan penambangan yang ilegal, ditegaskan Uu pemerintah tidak akan memberikan toleransi tapi akan bertindak tegas. Tindakan tegas tersebut berupa penutupan langsung dan penghentian kegiatan penambangan.

Maraknya aksi penambangan pasir dan batu yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Garut yang menyebabkan kerusakan lingkungan termasuk gunung dan pasir juga sangat disalkan warga. Mereka mengaku sangat menyayangkan pemugaran yang dilakukan terhadap sejumlah gunung dan bukit yang ada di Garut hanya karena diambil pasir dan batunya.

"Banyak sekali gunung dan bukit di Garut ini yang kini kondisinya sangat memprihatinkan karena mengalami kerusakan yang sangat parah akibat aktivitas galian C. Perhatikan saja di kawasan Tutugan Leles, di Warungpeuteuy, Tanjungkamuning, Banyuresmi, Leuwigoong, begitu banyak gunung dan bukit yang rusak parah," komentar Firman, warga Karangpawitan kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.
    
Yang paling mencolok menurut Firman adalah kegiatan penambangan pasir yang terjadi di kawasan Tutugan Leles. Dampaknya sudah sangat terasa saat ini dimana di kawasan Leles saat musim hujan telah terjadi beberapa kali banjir parah. Material banjir pun bukan hanya terdiri dari air saja tapi juga pasir dan bebatuan.

Bahkan kerusakan gunung yang ada di wilayah Tutugan Leles itu menurutnya sudah jelas sekali terlihat dari kejauhan yakni dari daerah Kadungora. Hal serupa juga terjadi di kawasan Warungpeuteuy dimana saat ini gunung yang dijadikan tempat galian pasir sudah hampir habis setengahnya. 

"Makanya sekarang kalau kita dari Bandung menuju Garut, jika sudah terlihat ada gunung yang hampir habis, itu tandanya kita sudah dekat masuk wilayah Garut. Itu menjadi ciri yang tentu sangat tidak mengenakan," ucapnya.

Firman juga menyampaikan rasa herannya dengan sikap pemerintah baik kabupaten, provinsi, maupun pusat yang terkesan membiarkan kerusakan alam parah yang terjadi di Garut akibat maraknya aktivitas pertambangan. Padahal kerusakannya sendiri sudah sangat jelas terlihat serta menimbulkan dampak pula.***
 

Bagikan: