Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis Temukan Puluhan Ekor Sapi Tak Layak untuk Kurban

Nurhandoko
PETUGAS kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabuaten Ciamis memeriksa gigi dan kesehatan hewan yang dipersiapkan untuk kurban, Senin, 29 Juli 2019. Tim menemukan puluhan sapi yang tidak layak untuk kurban, selain betina masih produktif serta sapi dibawah umur.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
PETUGAS kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabuaten Ciamis memeriksa gigi dan kesehatan hewan yang dipersiapkan untuk kurban, Senin, 29 Juli 2019. Tim menemukan puluhan sapi yang tidak layak untuk kurban, selain betina masih produktif serta sapi dibawah umur.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Tim kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis menemukan puluhan ekor sapi yang tidak layak untuk kurban yang ada disejumlah pedagang dan peternak sapi. Hasil pemeriksaan, tim menemukan sapi betina yang masih produktif serta jantan masih dibawah umur.

“Kami menemukan puluhan ekor sapi yang tidak layak untuk kurban, di pedagang dan peternak. Ada sapi betina masih produktif, ada pula sapi jantan akan tetapi masih dibawah umur,” tutur Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis Ace Sutisna, Senin, 29 Juli 2019 ketika ditemui disela-sela melakukan pemeriksaan hewan disalah satu peternak sekaligus pedagang hewan kurban di wilayah Maleber, Ciamis.

Pemeriksaan hewan yang dipersiapkan untuk kurban, lanjutnya, dilakukan sejak tanggal 22 Juli 2019. Pemeriksaan berlangsung di 18 titik yang terdapat di Kecamatan Ciamis dan Baregbeg. Dari 128 ekor sapi yang diperiksa, yang dinyatakan memenuhi syarat hanya 80 ekor, sedangkan lainnya tidak memenuhi syarat kurban.

Hasil pemeriksaan yang berlangsung Senin ditemukan dari 40 ekor sapi di wilayah Kelurahan Maleber Kecamatan Ciamis, tim menemukan dua ekor sapi tidak layak karena belum cukup umur. Pemeriksaan fisik dilakukan mulai dari kelengkapan organ tubuh, tidak cacat. Selain itu juga pemeriksaan gigi untuk mengetahui umur hewan tersebut.

“Salah satu cara mudah mengetahui umur dilihat dari kondisi gigi. Yang lebih dari dua tahun giginya sudah poel, gigi susu sudah berganti menjadi gigi tetap. Yang dinyatakan layak untuk kurban diberi cap warna merah dengan huruf  ‘S’ yang melambangkan sehat,” jelas Ace.

Dia juga mengungkapkan beberapa pedagang hewan kurban yang membandel, menjual sapi betina yang masih produktif, selain itu juga menjual sapi yang belum cukup umur untuk kurban. Menghadapi keadaan tersebut, pihaknya hanya sebatas mengimbau agar pedagang tidak menjual sapi maupun kambing  atau domba yang tidak layak tersebut untuk kurban.

“Hewan untuk kurban kan sudah ada ketentuannya. Tidak hanya sehat saja tetapi juga ada ketentuan lain yang harus dipenuhi untuk dijadikan hewan kurban,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan  dan Kesehatan Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis Ma’muun, menambahkan pemeriksaan hewan ternak untuk kurban dibagi menjadi beberapa tim, yang dsebar di 5 UPT. Tim yang terdiri dari 5-8 petugas, serentak bergerak sejak tanggal 22 Juli 2019.

“Target pemeriksaan adalah pedagang dan peternak. Untuk pemeriksaan hewan kurban tidak hanya dilakukan secara antemortem, tetapi jugapostmortem atau setelah dipotong, untuk mengetahui lebih detil kesehatan hewan kurban,” tutur Ma’muun

Terpisah Agus(46), pedagang sapi untuk kurban di wilayah Benteng menyampaikan terimakasih dengan pemeriksaan hewan untuk kurban. Seperti tahun-tahun lalu, dia mengaku selektif membeli sapi dan domba. “Kami  tidak hanya sekadar menjual, akan tetapi juga harus memberikan jaminan hewan kurban yang dijual benar-benar memenuhi syarat,” ungkapnya.***

Bagikan: