Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Curi Uang Notaris Rp 150 Juta untuk Modal Kendaraan Online

Tim Pikiran Rakyat
KAPOLRES Subang, AKBP H Muhammad Joni sedang menunjukkan kendaraan tersangka yang dibeli hasil uang curian di salah seorang notaris.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA
KAPOLRES Subang, AKBP H Muhammad Joni sedang menunjukkan kendaraan tersangka yang dibeli hasil uang curian di salah seorang notaris.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA

SUBANG, (PR).- MDB alias Budi (40) warga Gunung Kidul, Ciwaringin, Cirebon yang sempat menjadi pegawai di Kantor Notaris yang berlokasi di Jln. Otto Iskandardinata, Subang kini menjadi pesakitan di Mapolres Subang karena mengembat uang majikannya Rp 150 juta.

Bahkan polisi yang melakukan pengejaran ke berbagai daerah berhasil menemukannya di Kabupaten Kuningan berprofesi sopir online. Karena hendak melarikan diri serta diperingati tak mau menyerah akhirnya ditembak kakinya. 

“Ternyata sedan Honda Civic Nopol F 1118 CE yang digunakan baru dibeli dengan uang jarahannya,” kata Kapolres Subang, AKBP H.Muhammad Joni didampingi Kasatreskrim, AKP M Ilyas Rustiandi, Kamis 25 Juli 2019.

Aksi yang dilakukan Budi sekira sebulan lalu, tepatnya 24 Juni 2019 saat yang bersangkutan baru seminggu menjadi sopir dan cleaning service. Waktu itu, korban sedang di kamar mandi dan tersangka masuk membersihkan ruangan serta melihat ada tas yang berisi uang cash dan surat penting.

Akhirnya barang itu diambil dan tanpa sepengetahuan karyawan lain ke luar kantor dan melarikan diri ke daerah Kuningan dengan mengontrak kamar serta membeli kendaraan di show room mobil bekas. Majikannya sendiri kaget karena tasnya hilang dan salah seorang karyawanya melarikan diri hingga dilaporkan ke Mapolres.

Tim Buser Satreskrim Polres Subang yang melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan ke tempat tinggalnya sudah lama tidak ada. Bahkan yang bersangkutan sempat bekerja di Brebes dan ternyata melakukan hal yang sama hingga bekerja di Subang. Akhirnya berhasil terendus di daerah Kuningan sedang usaha kendaraan online. “Hasil pemeriksaan sementara, tersangka sendiri merupakan residivis dalam kasus yang sama,“ jelas Kapolres kepada wartawan Galamedia, Dally Kardilan.

Dari tangan tersangka selain disita kendaraan hasil kejahatan, juga 4 buah handphone dan atas perbuatannya terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara sebagaimana diatur pasal 362 KUHP.***

Bagikan: