Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Bunga Raflesia Pemangsa Serangga Bermunculan di Cagar Alam Pangandaran

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS BKSDA Resort Kab. Pangandaran saat menemukan knop bunga raflesia di beberapa lokasi di hutan cagar alam pantai Pangandaran, Kamis, 25 Juli 2019.*/DOK. AGUS BKSDA PANGANDARAN
PETUGAS BKSDA Resort Kab. Pangandaran saat menemukan knop bunga raflesia di beberapa lokasi di hutan cagar alam pantai Pangandaran, Kamis, 25 Juli 2019.*/DOK. AGUS BKSDA PANGANDARAN

PANGANDARAN,(PR).- Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Pangandaran menemukan sebanyak 7 bunga raflesia yang masih kuncup. 

Kepala BKSDA Resort Kab. Pangandaran, Uking Iskandar mengatakan, ke-7 knop bunga raflesia jenis Padma tersebar di beberapa lokasi di hutan Cagar Alam Pantai Pangandaran.

"Bakal atau knop bunga raflesia ditemukan di lokasi cagar alam di antaranya di blok Badeto dan Batu Meja," ungkap Uking saat ditemui di kantor BKSDA Resort Pangandaran di Cagar Alam, Kamis, 25 Juli 2019.

Untuk menjangkau ke lokasi penemuan knop bunga raflesia tersebut, kata Uking, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 jam dengan cara berjalan kaki. 

Menurut Uking, bunga raflesia pemangsa binatang serangga ini biasa muncul setiap setahun sekali pada bulan Agustus hingga September tergantung dari cuaca. 

"Knop bunga raflesia berdiameter 10 hingga 15 centimenter itu akan mekar dalam satu minggu apabila ada hujan. Kalau gak ada biasanya knop langsung layu dan mengering," ujarnya, seraya menambahkan, bahwa lama mekar bunga raflesia sekitar 1 minggu

"Biasanya kalau raflesia ini mekar selain jadi daya tarik wisatawan juga sering menjadi media penelitian oleh para mahasiswa," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Tumbuhan parasit

Uking menjelaskan, bunga bangkai berbeda dengan bunga raflesia. Dan bunga raflesia di Pangandaran berbeda dengan bunga raflesia yang tumbuh di daerah Sumatera. 

Lanjut dia, ciri utama bunga raflesia padma merupakan tumbuhan parasit yang unik dan khas. Terlihat pada bagian bunganya, tidak mempunyai akar, daun ataupun batang. MenurutUking, ukuran diameter bunga yang mekar antara 20 hingga 30 cm, panjang cuping perigone 13 hingga 14 cm dan lebar 10-14 cm, dengan warna merah kecoklatan dengan bintil putih dan lobang diafragma antara 5 hingga 7 cm.

"Sifat tumbuhan ini sebagai parasit sejati (parasit obligat) yang menggantungkan sumber energi pada tumbuhan inang (kibarera) dan hidup pada akar dan bagian bawah batang tumbuhan vitis lancolaria wall," ujarnya. 

Diungkapkan Uking, tumbuhan yang aneh dan langka ini ditemukan di hutan cagar alam Pangandaran pada tahun 1939 oleh warga asing bernama Appleman, lalu penemuan ini merubah status dan fungsi dari suaka marga satwa menjadi cagar alam melalui surat keputusan Menteri pada 20 April 1961 dengan luas kurang lebih 475 hektar.

"Potensi obyek dan daya tarik wisata alam yang dimiliki sebagian kawasan cagar alam di rubah status dan fungsi menkadi taman wisata alam seluas 37,70 hektar berdasarkan keputusan Menteri Pertanian tahun 1978," ujarnya.***

Bagikan: