Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Anggaran Pendidikan Kota Bogor Belum Mencapai 20 Persen

ILUSTRASI.*/DOK PR
ILUSTRASI.*/DOK PR

BOGOR, (PR).- Porsi alokasi anggaran pendidikan mendapat sorotan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia karena belum mencapai 20 persen dari total APBD Kota Bogor. Secara keseluruhan, anggaran pendidikan yang diterima Dinas Pendidikan Kota Bogor mayoritas masih dialokasikan untuk menggaji aparatur sipil negara.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Jana Sugiana membenarkan saat ini porsi anggaran pendidikan terutama untuk belanja langsung belum mencapai 20 persen. Sesuai  Undang-Undang  Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, seharusnya alokasi anggaran untuk pendidikan minimal 20 persen.

“Kalau dengan gaji sebenarnya sudah lebih dari 28 persen, kalau bersih ya memang kurang. Pada 2018 ini anggaran pendidikan sekitar Rp 105 miliar, itu untuk belanja langsung, kalau dengan gaji bisa Rp 560 miliar, kenapa besar? Karena  hampir separuh PNS di Kota Bogor ada di Dinas Pendidikan,” ujar Jana Sugiana di Kantor Disdik Kota Bogor, Rabu, 24 Juni 2019.

Terbatasnya anggaran pendidikan, membuat sejumlah infrastruktur pendukung kegiatan belajar mengajar belum semuanya tersentuh perbaikan. Jana mencontohkan, saat ini ada sekitar 50 ruangan kelas yang masuk dalam kategori rusak namun belum juga mendapatkan perbaikan.

Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya berupa peningkatan kompetensi guru. Jana menyebut, saat ini masih ada guru yang belum menyandang gelar sarjana. Padahal, sesuai aturan guru harus menyandang titel sarjana, sekalipun guru pendidikan anak usia dini.

“Bangunan juga masih banyak yang kurang untuk menampung siswa, untuk bidang sarpras sudah kita petakan, mana sekolah yang rusak, yang sedang yag baik. Kalau guru ya memang harus S1, kita perlu sekolahkan mereka,” ucap Jana.***

Bagikan: