Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 21.7 ° C

Tentara Hibahkan Tanah dan Bangun Rumah Janda Tua

Tim Pikiran Rakyat
DANDIM 0611/Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz secara simbolis memulai pembangunan rumah untuk Mak Aroh di Kampung Tegaljambu, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa 23 Juli 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
DANDIM 0611/Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz secara simbolis memulai pembangunan rumah untuk Mak Aroh di Kampung Tegaljambu, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa 23 Juli 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

PERASAAN bahagia saat ini benar-benar dirasakan Aroh Juharoh atau Mak Aroh (63). Bagaimana tidak, setelah sebelumnya janda tua warga Kampung Tegaljambu, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler ini mendapatkan hibah berupa sebidang tanah, kini ia kembali mendapat bantuan berupa pembangunan rumah permanen.

Bantuan pembangunan rumah permanen datang dari jajaran Kodim 0611/Garut. Sedangkan sebelumnya, Mak Aroh telah menadapatkan bantuan lahan seluas empat tumbak atau 46 meter persegi dari Serka Ahmad Sodikin, Babinsa Koramil 1111/Tarogong.

Selama ini Mak Aroh beserta satu anak, dua cucu, serta dua cicitnya menempati sebuah gubuk tak layak huni yang berdiri dibuat di lahan milik tetangganya. Gubuk yang ditempati Mak Aroh dan keluarganya tidak hanya sudah bolong-bolong di beberapa bagian atap dan dinding bambunya akan tetapi kondisinya juga sudah sangat reot dan nyaris rubuh. 

Sudah cukup lama Mak Aroh menempati gubuk tersebut itupun atas belas kasihan sang pemilik lahan. Dulunya lahan dan gubuk tersebut memang merupakan miliknya akan tetapi sejak suaminya meninggal sekitar 25 tahun lalu, lahan dan gubuk tersebut kemudian ia jual kepada salah seorang tetangganya. 

"Dulu lahan dan gubuk ini memang milik Ema tapi sudah Ema jual sekitar 25 tahun lalu. Sejak suami Ema meninggal, Ema tak lagi punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hingga akhirnya Ema terpaksa menjual satu-satunya harta peninggalan suami Ema ini yakni lahan ini," ujar Mak Aroh.

Karena terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, lama kelamaan uang hasil penjualan lahan itupun habis. Di sisi lain Mak Aroh tak punya tempat lain lagi yang bisa dijadikannya sebagai tempat tinggal.

Kian lapuk

Beruntung tetangganya yang membeli lahan tersebut mau berbaik hati dengan mempersilahkan Mak Aroh dan keluarganya tetap tinggal menepati gubuk tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, lama-lama kondisi gubuk kian lapuk karena termakan usia hingga akhirnya tak lagi layak dijaduikan tempat tinggal.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang telah saya terima ini. Saya benar-benar bahagia karena kini bisa memiliki rumah yang dibangun di atas lahan pribadi hasil dari pemberian Pak Ahmad Sodikin," kata Mak Aroh.

Kondisi Mak Aroh yang seperti itu telah mengundang keprihatinan salah seorang warga yang juga Babinsa di daerah tersebut, Serka Ahmad Sodikin. Iapun dengan sukarela kemudian menghibahkan sebidang lahan untuk dijadikan tempat tinggal oleh Mak Aroh. Tak hanya itu, Ahmad juga berjanji untuk membantu mencarikan pihak yang mau membangunkan rumahnya di lahan tersebut.

"Saya memang sangat prihatin dengan kondisi Mak Aroh beserta keluarganya yang harus tinggal di gubuk yang sudah tak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Maka saya berunding dengan keluarga dan kebetulan saya memiliki lahan yang kiranya cukup untuk dijadikan tempat tinggal oleh Mak Aroh yang kemudian saya hibahkan kepada Mak Aroh," kata Serka Ahmad Sodikin.

Untuk dapat membangun rumah Mak Aroh, dikatakannya dirinya pun mencoba berkoordinasi dengan atasannya di Koramil 1111/Tarogong, Kapten Dedi Saepuloh yang ternyata menyambut baik niatnya tersebut. Dedi pun kemudian juga berkoordinasi dengan Dandim 0611/Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz yang juga merespons dengan baik rencana pembangunan rumah untuk Mak Aroh.

Jualan dorokdok

Menurut Ahmad, selama ini Mak Aroh memang hidup secara prihatin. Selain usianya terbilang sudah tua, kondisi kedua matanya pun kini sudah tak berfungsi dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mak Aroh hanya mengandalkan penghasilan dari anak perempuannya yang setiap hari berkeliling kampung untuk berjualan dorokdok (kerupuk kulit).

"Pokoknya, kondisinya benar-benar memprihatinkan dan pantas untuk mendapatkan bantuan. Bersyukur komandan saya baik di Koramil maupun di Kodim, sangat merespon dan mau membantu juga untuk pembangunan rumahnya," ucap Ahmad.

Dituturkannya, di atas lahan yang dihibahkannya kepada Mak Aroh itu, kini sudah dimulai dibangun rumah permanen. Pembangunan rumah diinisiasi oleh pihak Kodim 0611/Garut.       

Dandim 0611/Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz membenarkan pihaknya membantu pembangunan rumah untuk Mak Aroh dan keluarganya. Ia menargetkan pembangunan rumah itu akan selesai dalam jangka waktu 30 hari.

"Kita sekedar membantu pembangunan rumahnya karena lahannya kan sudah diberi oleh anggota Babinsa, Serka Ahmad Sodikin. Sebelumnya kita memang mendpatkan laporan dari Danramil 1111/Tarogong terkait hal ini dan Mak Aroh memang sangat layak kita bantu," kata Asyraf saat ditemui pada acara peletakan batu pertama pembangunan rumah Mak Aroh, Selasa 23 Juli 2019.   

Menurutnya, pihaknya bukan hanya membantu dalam pembangunan rumah akan tetapi juga akan memperhatikan masalah ekonomi Mak Aroh. Jika hanya mengadalkan penghasilan anak perempuannya yang berjualan dorokdok keliling kampung, hal itu dinilai Asyraf terlalu berat.

Untuk itu Dandim menyebutkan pihaknya akan mencoba mengajak para donatur untuk sama-sama membantu Mak Aroh agar punya penghasilan lain yang lebih layak. Apalagi Mak Aroh juga harus menghidupi cucu serta cicitnya yang juga tinggal bersamanya.(Aep Hendy/Kabar Priangan)***

Bagikan: