Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Polres Karawang Tangkap 18 Bandar Narkoba

Dodo Rihanto
KASAT Narkoba Polres Karawang Ajun Komisaris Agus Susanto menunjukan barang bukti sabu yang berhasil disita dari 13 tersangka pengedar sabu, Selasa, 23 Juli 2019.*/DODO RIHANTO/PR
KASAT Narkoba Polres Karawang Ajun Komisaris Agus Susanto menunjukan barang bukti sabu yang berhasil disita dari 13 tersangka pengedar sabu, Selasa, 23 Juli 2019.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Tingkat penyalahgunaan narkoba jenis sabu di wilayah Karawang Kota dan Cikampek cukup tinggi. Dalam sehari, 2 ons sabu bahkan lebih bisa ludes terjual.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Karawang Ajun Komisaris Agus Susanto, usai menggelar ekspos penangkapan 18 bandar narkoba di wilayah Kabupaten Karawang, Selasa, 23 Juli 2019. 

Menurutnya, indikasi ke arah itu mengacu pada keterangan salah seorang bandar sabu yang kini sudah mendekam di sel tahanam Polres Karawang. Bandar tersebut mengaku bisa menjual sabu seberat 2 ons dalam satu hari saja.

"Setelah menerima posakan sabu dari Jakarta, bandar tersebut langsung memecahnya menjadi ratusan paket kecil. Dan barang haram itu, ternyata habis hari itu juga," ujar Agus.

Indikasi lain, lanjut Agus, sekarang ini banyak warga yang terjerumus menjadi bandar sabu. Hal itu menandakan jika konsumen narkoba, khususnya sabu, semakin banyak pula.

Dalam sebulan terakhir ini saja, dilanjutkan Agus, Satnarkoba telah menciduk 13 pengedar sabu yang biasa beroperasi di wilayah Karawang dan Cikampek. Dari tangan mereka disita barang bukti seberat 2 ons sabu yang telah dikemas dalam berbagai ukuran.

Selain bandar sabu, Satnarkoba Polres Karawang juga membekuk seorang pengedar ganja dengan barang bukti 13 gram ganja kering, serta 4 bandar obat terlarang dengan barang bukti 18.000 butir pil tramadol dan 9000 butir pil eksimer. 

"Mereka mengedarkan barang haram itu kepada kalangan buruh yang tak lain adalah teman mereka sendiri. Namun, ada juga yang menyasar pelajar sebagai konsumennya," kata Agus.

Tersangka pengedar sabu akan dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. Sementara, 4 tersangka lainnya akan dijerat dengan Pasal 196 Jo 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan Jo pasal 62 UU RI No. 05 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.***

Bagikan: