Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

Korban Terakhir Pesawat Jatuh Ditemukan

Gelar Gandarasa
PETUGAS mengangkat jasad korban pesawat jatuh di Singai Cimanuk, Selasa 23 Juli 2019.*/ GELAR GANDARASA/PR
PETUGAS mengangkat jasad korban pesawat jatuh di Singai Cimanuk, Selasa 23 Juli 2019.*/ GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Petugas gabungan akhirnya menemukan korban terakhir jatuhnya pesawat latih Cessna di Sungai Cimanuk, Selasa 23 Juli 2019. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, evakuasi pesawat tengah diupayakan oleh petugas.

"Sudah ditemukan," kata Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Yoris Marzuki. Yoris mengatakan, korban terakhir itu beridentitas Muhammad Salman Alfarisi (25) warga Pasuruan, Jawa Timur. Salman merupakan korban hilang akibat jatuhnya pesawat latih Cessna di Cimanuk.

Saat ini, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu untuk diperiksa lebih lanjut. Yoris mengatakan, petugas di lapangan masih berusaha mengangkat bangkai kapal dari dasar Sungai Cimanuk. "Tim gabungan sedang melanjutkan pengangkatan puing," ungkapnya.

Sebelumnya, sebuah pesawat latih jenis Cessna jatuh di Sungai Cimanuk, Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Pesawat dari AAA Pilot School Cirebon itu sebelum jatuh sempat berputar-putar dan menabrak kabel listrik.

Kepala Basarnas Jabar Deden Ridwansyah mengatakan, korban ditemukan tak jauh dari lokasi pesawat jatuh. "Sekitar 50 meter dan ditemukan pukul 9.35," katanya. Deden menambahkan, petugas gabungan masih berusaha mengangkat bangkai pesawat dari dasar sungai. Dia berharap, pesawat bisa diangkat dalam waktu yang cepat.

Dirpolair Polda Jabar Kombes Handoko mengatakan, pesawat tersebut buatan tahun 2013. Tim gabungan menyiapkan dua opsi pengangkatan bangkai kapal dengan menggunakan pelampung drum atau eskavator. Tim akan menyelam terlebih dahulu untuk menentukan keputusan.

"Sebelum diangkat avtur pesawat harus dikosongkan terlebih dahulu," ungkapnya. Pesawat berada di kedalaman sekitar 5 meter. Salman kata dia, merupakan siswa yang tengah menjalani pelatihan di Angkasa Aviation Academic Cirebon. Sementara itu, Arthur dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Salah seorang saksi mata Kalidin menuturkan, dari dalam kapal keluar dua orang setelah kapal tenggelam. "Yang satu sempat diselamatkan," ungkapnya. Dia pun hanya bisa menyelamatkan seorang korban saja mengingat sulitnya medan. Satu korban lain keburu tenggelam sesaat sebelum warga menyelamatkannya.***

 

 

Bagikan: