Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Keraton Kasepuhan Gelar Cirebon Historia Run

Ani Nunung Aryani
KERATON Cirebon/DOK. PR
KERATON Cirebon/DOK. PR

CIREBON, (PR).- Operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, masih belum berdampak kepada kunjungan wisatawan di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Setidaknya di pusat wisata di Cirebon yakni istana tertua se-nusantara, Keraton Kasepuhan Cirebon. Di sana, masih belum terlihat adanya lonjakan angka kunjungan wisatawan. 

Menurut Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, melihat aktivitas penerbangan di BIJB yang mulai ramai, masih didominasi oleh urusan pekerjaan dan bisnis.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Keraton Kasepuhan menggelar event Cirebon Historia Run yang menargetkan 2.000 peserta dari seluruh Indonesia. Sultan Arief berharap event ini menjadi titik tolak semakin dikenalnya wilayah Ciayumajakuning sebagai tujuan wisata unggulan. 

"Dengan operasional BIJB, wisatawan akan semakin mudah dan cepat menjangkau wilayah Cirebon," katanya.

Event Cirebon Historia Run mengombinasikan olahraga lari yang rutenya menyusuri lokasi gedung-gedung bersejarah di Kota Cirebon. Menurutnya, event lari dengan wisata sejarah bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

"Rencananya pada 31 Agustus 2019 mendatang, Kota Cirebon bakal menjadi tuan rumah bagi pencinta olahraga lari sekaligus pecinta wisata, dengan sasaran wisatawan  domestik dan mancanegara," katanya.

Rute yang akan dilewati dalam ajang ini dimulai dari Keraton Kasepuhan, Jalan Yos Sudarso, Pasuketan, Pecinan, masuk Keraton Kanoman Winaon, Pekiringan, Pekalipan, Pulasaren, masuk Keraton Kacirebonan serta finish kembali di Keraton Kasepuhan. Total jarak yang akan dilalui peserta adalah 4,5 kilometer.

“Jalan-jalan yang akan dilalui merupakan lokasi yang bersejarah, antara lain akan melewati tiga keraton, yaitu Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan, juga gedung-gedung bersejarah seperti Bank Indonesia, kantor pos, pelabuhan, wihara, kawasan Pecinan, dan masih banyak lagi,” kata Sultan Arief.

Bersenang-senang

Sesuai dengan tema Running and Explore the Heritage of Cirebon, nantinya para peserta diberi kesempatan swafoto di depan tempat bersejarah tersebut, kemudian diunggah ke media sosial masing-masing.

“Yang fotonya paling menarik akan dapat hadiah. Jadi untuk event larinya tidak dilombakan, even ini lebih ke unsur bersenang-senang atau fun,” ujarnya.

Sultan Arief juga mengatakan, event ini diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Cirebon ke 650 tahun, serta mempromosikan Kota Cirebon sebagai kota olahraga, seni, budaya, dan untuk mengajak masyarakat Kota Cirebon menikmati kotanya sambil berolahraga.

“Tentunya lewat event ini, diharapkan wisatawan dari luar daerah bisa datang ke Cirebon dan menjadikan Cirebon sebagai salah satu tujuan kota wisata bersama keluarga,” tuturnya.

Ia berharap para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bisa datang ke event tersebut. “Mereka bisa menikmati sejarah Cirebon, juga bisa menikmati kulinernya, budayanya, dan keseniannya,” ujarnya.

Pelari akan mengenakan kaos bergambar batik megamendung dan motif wadasan dari panitia.

“Motif itu untuk mengingatkan kekhasan Cirebon. Kita kenalkan Cirebon lebih luas lagi melalui ajang ini, dan saya harap warga Cirebon turut mendukung serta mensukseskan ajang yang rencananya akan kita gelar tiap tahun ini,” tutur Sultan Arief.***

Bagikan: