Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 22 ° C

Aktivis Lingkungan Hidup Karawang Tolak Sampah Impor

Dodo Rihanto
PENGUNJUK rasa yang tergabung dalam Forum komunikasi daerah aliran sungai Citarum (ForkadasC+) berkeliling desa menggunakan becak saat aksi tolak sampah impor di kawasan Alun-alun Karawang, Karawang, Jawa Barat, Minggu, 21 Juli 2019. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap sampah impor di Karawang .*/ANTARA
PENGUNJUK rasa yang tergabung dalam Forum komunikasi daerah aliran sungai Citarum (ForkadasC+) berkeliling desa menggunakan becak saat aksi tolak sampah impor di kawasan Alun-alun Karawang, Karawang, Jawa Barat, Minggu, 21 Juli 2019. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap sampah impor di Karawang .*/ANTARA

KARAWANG, (PR).- Peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Minggu, 20 Juli 2019, diwarnai aksi unjuk rasa menolakan sampah impor. Berlangsung di Alun-alun Karawang, sejumlah aktivis lingkungan membentangkan spanduk penolakan sampah impor.

Mereka juga membawa kantong plastik berukuran besar berisi sampah impor yang awalnya akan dijadikan bahan baku kertas coklat (brown paper) di salah satu pabrik kertas di Kecamatan Pangkalan. Namun, sampah itu tercecer mencemari lingkungan sekitar.

Sementara sejumlah massa lainnya yang merupakan peserta peringatan hari lingkungan hidup asik menunggu hadiah yang dibagikan panitia di atas panggung. Massa itu pun sebelumnya, sempat memunguti sampah di sepanjang Jalan Tuparev, Jalan Kertabumi, juga kawasan Alun-alun Karawang.

Massa pengunjuk rasa ikut berbaur dengan massa yang dikerahkan DLHK. Mereka muncuri perhatian dengan membawa tong sampah bertuliskan "Kado istimewa dari USA". Beberapa di antaranya bahkan ada yang mamakai kostum hantu pocong.

"Kami masyarakat Karawang menolak daerah kami jadi tempat penampungan sampah Amerika Serikat serta negara lainnya," kata koordinator aksi, Yuda Febrian Silutonga.

Menurut dia, salah satu perusahaan kertas di Karawang, diketahui telah mengimpor bahan baku kertas sebanyak 74.177,784 ton di 2019 ini. Impor bahan baku pabrik kertas itu meningkat 1.106 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 6.705,234 ton.

"Peningkatan ini juga disertai oleh semakin banyaknya sampah import yang berceceran di tengah pemukiman warga Tamanmekar dan Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang," kata Yuda.

Yuda menyebutkan, Amerika Serikat merupakan pengimpor sampah terbanyak ke Karawang dengan jumlah 26.582 ton pada tahun 2019. Jumlah itu sama dengan 36 persen dari jumlah seluruh sampah impor yang di kirim ke Karawang.

"Keadaan ini seharusnya menjadi perhatian Bupati Karawang selaku pejabat daerah," kata Yuda. 

AKSI unjuk rasa penolakan sampah impor di tengah peringatan hari lingkungan hidup sedunia di Kabupaten Karawang, Minggu, 21 Juli 2019.*/DODO RIHANTO/PR

Menurut Yuda, selama ini tidak ada perhatian dan kepedulian Bupati Karawang terhadap bercecerannya sampah impor di tengah pemukiman warga Karawang. Padahal, Pemkab Karawang dalam menyelesaikan sampah domestik saja masih kewalahan dengan overloadnya TPA Jalupang. 

Ia menilai rencana pembuatan insinerator oleh pihak perusahaan kertas di Karawang yang juga disetujui oleh Pemkab Karawang, tidak menyelesaikan masalah. Bahkan, malah menambah beban pencemaran lingkungan Karawang. 

Atas dasar itu, Yuda meminta Bupati Karawang menolak dengan keras impor sampah ke Karawang dengan alasan apapun. "Tidak perlu ada alasan lagi, tolak impor sampah," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala DLHK Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya telah memberikan sanksi kepada perusahaan yang menimbulkan ceceran sampah impor tersrbut. "Mereka sudah menarik kembali sisa-sisa atau residu sampahnya," katanya.

Wawan mengatakan, sampah impor yang saat ini masih berceceran di wilayah Kecamatan Pangkalan juga berasal dari Kabupaten Bekasi. Wawan mengaku tak mempunyai akses untuk menutup sumber sampah itu.

"Kami sudah memberikan surat keberatan kepada perusahaan yang bersangkutan, dengan tembusan ke pemprov (Jabar) dan kementerian (KLHK)," katanya.***

Bagikan: