Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Ada Pasangan Suami Istri di DPRD Kota Cirebon

Ani Nunung Aryani

PASANGAN suami istri yang juga menjabat Ketua dan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon Muhammad Handarujati Kalamullah dan Dian Novitasari, akhirnya secara sah ditetapkan menjadi anggota DPRD Kota Cirebon periode 2019-2024, melalui rapat pleno penetapan suara parpol dan caleg terpilih, yang digelar KPU Kota Cirebon di Hotel Santika, Kota Cirebon Sabtu 20 Juli 2019.*/DOK. PRIBADI
PASANGAN suami istri yang juga menjabat Ketua dan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon Muhammad Handarujati Kalamullah dan Dian Novitasari, akhirnya secara sah ditetapkan menjadi anggota DPRD Kota Cirebon periode 2019-2024, melalui rapat pleno penetapan suara parpol dan caleg terpilih, yang digelar KPU Kota Cirebon di Hotel Santika, Kota Cirebon Sabtu 20 Juli 2019.*/DOK. PRIBADI

CIREBON, (PR).- Pasangan suami istri yang juga menjabat Ketua dan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon Muhammad Handarujati Kalamullah dan Dian Novitasari, akhirnya secara sah ditetapkan menjadi anggota DPRD Kota Cirebon periode 2019-2024.

Pengesahan tersebut ditetapkan melalui rapat pleno penetapan suara parpol dan caleg terpilih, yang digelar KPU Kota Cirebon di Hotel Santika, Kota Cirebon Sabtu 20 Juli 2019.

Dengan penetapan tersebut, keduanya berhak dilantik menjadi anggota dewan, pada 12 Agustus 2019 mendatang.

Muhammad Handarujati Kalamullah yang biasa disapa Andru dan sang istri, Dian, mencalonkan diri dari daerah pemilihan yang berbeda. 

Andru yang Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon maju dari Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Harjamukti. 

Sementara Dian yang menjadi wakilnya dan juga Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Kota Cirebon, maju dari Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Kejaksan dan Lemahwungkuk. 

Andru memperoleh suara terbesar kedua dari seluruh caleg terpilih, yakni 3.338 dan Dian memperoleh 1.442 suara.

Tak ada konflik

Andru menjamin meski mereka suami istri, tidak akan ada konflik kepentingan dengan istrinya, saat menjalani tugas sebagai anggota dewan, dan status di rumah sebagai pasutri.

“Sebisa mungkin tidak akan ada konflik kepentingan. Kemudian, saat tiba di rumah kita adalah orangtua bagi anak-anak kami, sebisa mungkin jangan membicarakan pekerjaan di dalam rumah. Bicara pekerjaan di kantor saja,” tuturnya.

Menurut Andru, istrinya sudah tidak asing dengan kegiatan kepartaian. Sejak menikah pada 2010 silam, sang istri sudah memahami dan biasa mendampingi kegiatan kepartaian.

Andru menegaskan, keikutsertaan istrinya dalam kontestasi di pileg lalu sangat serius, bukan hanya sekadar memenuhi kuota 30 persen perempuan.

“Sebaliknya, kami sangat serius. Saya dan istri sangat ingin mendongkrak perolehan suara bagi partai, dan itu terbukti. Bisa dilihat dari suara Partai Demokrat pada pemilihan legislatif tahun pada 2014 lalu perolehan suara 13.339 suara, dan kini di tahun 2019 naik menjadi 22.297 suara, sehingga mendapat tambahan satu kursi. Keseriusan istri saya juga terlihat dari perolehan suaranya yang signifikan,” katanya.

Kisah lolosnya pasutri Andru-Dian ke legislatif rupanya menginspirasi DPD Partai Demokrat Jawa Barat.

Ketua DPD Demokrat Jabar pun menginstruksikan para Ketua DPC yang laki-laki, agar istrinya juga aktif di organisasi kepartaian. "Salah satu upaya untuk memulainya, sekarang ini sudah ada kegiatan silaturahmi istri-istri Ketua DPC sejabar melalui kegiatan arisan, yang digelar secara bergiliran," kata Andru.

Aspek hukum

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon Didi Nursidi mengungkapkan, rapat pleno penetapan suara parpol dan caleg terpilih, sesungguhnya hanya memastikan saja aspek hukumnya.

Rapat pleno dinilainya bisa berlangsung cepat karena sebelumnya sudah dilakukan rakor simulasi bersama parpol yang digelar tiga pekan lalu.

"Rapat pleno hanya untuk legalitas saja, sekaligus untuk menyamakan data KPU dengan partai politik," katanya.

Didi memastikan semua berkas sudah bisa dikirim ke Gubernur Jabar melalui Wali Kota Cirebon, untuk dimintakan pengesahan peresmiannya.

"Kami berharap maksimal 8 Agustus, surat dari Gubernur Jabar sudah turun, sehingga pas 12 Agustus, bisa digelar pelantikan anggota DPRD Kota Cirrbon," katanya.

Sementara itu, untuk perolehan kursi di DPRD Kota Cirebon yakni Partai Gerindra dan PDIP sama-sama mendapatkan enam kursi.

Partai Demokrat dan Partai Nasdem sama-sama memperoleh empat kursi. Berturut-turut Partai Golkar, PKS, PAN dan PPP masing-masing meraih tiga kursi, dan PKB dua kursi serta Partai Hanura satu kursi.

Dari 35 kursi yang diperebutkan, sebanyak 19 kursi berhasil dipertahankan oleh caleg petahana.***

Bagikan: