Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Polisi Ungkap Pabrik Ekstasi di Cibinong

Irwan Natsir
SATUAN Narkoba Polres Bogor, Jumat 19 Juli 2019 ungkap pabrik pil ekstasi di Cibinong yang memproduksi 500 pil setiap harinya. Tersangka dan barang bukti diamankan polisi.*/ IRWAN NATSIR/PR
SATUAN Narkoba Polres Bogor, Jumat 19 Juli 2019 ungkap pabrik pil ekstasi di Cibinong yang memproduksi 500 pil setiap harinya. Tersangka dan barang bukti diamankan polisi.*/ IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG,(PR). Tiga tersangka produsen narkoba jenis pil ekstasi, MS, DK, dan ES di Gang Swadaya, Kecamatan Sukahati, Kabupaten. Bogor diancam hukuman penjara 20 tahun hingga seumur hidup karena memproduksi dan pil ekstasi sebanyak 500 butir perhari.

Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Wijaya S.H., S.I.K. didampingi Humas AKP Ita Puspita Lena kepada wartawan, Jumat 19 Juli 2019, di Mapolres, Cibinong mengatakan, para tersangka dijerat dengan pasal 112 dan pasal 114 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009.

“Para tersangka diancam dengan hukuman 20 tahun sampai penjara seumur hidup,” katanya.

Kasus ditemukannya pabrik ekstasi di wilayah Sukahati yang berjarak beberapa kilometer dari kantor Mapolres Bogor itu cukup mengejutkan. Pabrik jenis home industry tersebut menggunakan alat pembuat pil ekstasi dari luar negeri. Sedangkan yang membuatnya adalah orang Indonesia. Setiap hari diperkirakan bisa menghasilkan 500 butir pil ekstasi.

Dalam pil ekstasi tersebut  salah satunya terkandung bahan kimia sabu amfetamin, metamfetamin, juga dicampur dengan beberapa cairan dan obat-obat warung.

Para tersangka menggunakan obat obat yang dijual di warung agar pil terlihat padat, ditambah ada ekstrak kopi, sehingga hasil lab menunjukkan kandungan kafein.

 “Pengakuan para tersangka,   produksi ekstasi home industry ini sudah berlangsung selama satu bulan lamanya yang bertempat di Sukahati Cibinong Kabupaten Bogor, dan tersebar di wilayah Jabodetabek,” ujar Andri Alam Wijaya.

Ada 40 kasus

Selain membeberkan tentang pabrik ekstasi yang digerebek polisi, kemarin Satuan Narkoba Polres juga memaparkan tentang upaya memutus rangkaian narkoba di wilayah Kabupaten Bogor.

Dari hasil penangkapan yang dilakukan selama satu bulan, barang bukti yang berhasil diamankan jenis narkotika yakni sabu-sabu sebanyak 132   gram, dan jenis  ganja sebanyak 8 Kg. Dengan demikian total keseluruhan ada 40 kasus, dengan jumlah tersangka sebanyak  54 orang. Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan di Sat Narkoba Polres Bogor guna proses lidik dan sidik tuntas.

Terhadap para 54 tersangka kasus narkoba lainnya dikenakan pasal pengedar, pasal 114 , 112 (1)(2), 111 (1) (2), UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun maksimal 15 atau penjara seumur hidup dan pidana denda minimal Rp 1.000.000.000, maksimal Rp 10.000.000.000.***

 

Bagikan: