Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Terkendala Pembebasan Lahan, Penyelesaian Jalan Layang Martadinata Diprediksi Molor

Windiyati Retno Sumardiyani
PENYELESAIAN pembangunan Jalan Layang Martadinata, Kota Bogor terancam molor karena sejumlah kendala.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PENYELESAIAN pembangunan Jalan Layang Martadinata, Kota Bogor terancam molor karena sejumlah kendala.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).-  Pembangunan jalan layang RE Marthadinata, di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor diprediksi tak selesai tepat waktu. Hal tersebut terjadi lantaran hingga kini masih ada bidang tanah  proyek terdampak jalan layang yang belum bisa dibebaskan.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui ada dua kendala yang menghambat proses pembangunan jalan layang sepanjang 458 meter tersebut. Selain masalah pembebasan lahan, izin dari PT KAI terkait penurunan listrik aliran atas juga dihadapi pihak pengembang.  Itu sebabnya, hingga Juli 2019, progres pembangunan baru mencapai 40 persen.

“Ada dua PR Pemkot, pertama memfasilitasi  izin penurunan kabel dari PT KAI.  Rasanya itu bisa didorong karena PT KAI akan melakukan itu, kedua masih ada sengketa lahan, tetapi  besaran pengganti untuk sengketa lahan sudah dititipkan di pengadilan,” ujar Bima Arya sesuai meninjau proyek jalan layang RE Martadinata, Kamis 18 Juli 2019.

WALI Kota Bogor Bima Arya (ketiga dari kanan) meninjau pembangunan jalan layang RE Martadinata, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis 18 Juli 2019. Pembangunan jalan layang senilai Rp 97 miliar tersebut diprediksi selesai tak tepat waktu lantaran mengalami sejumlah kendala. */ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

Bima menyatakan,  terkait sengketa lahan, Pemerintah Kota Bogor akan berupaya mengambil langkah persuasif dengan menjalin komunikasi dengan pemilik lahan. Selain itu,  Pemerintah Kota Bogor juga akan  berkomunikasi dengan Pengadilan Negeri  IIB Kota Bogor agar bisa segera diselesaikan.

“Sudah ada konsinyasi, kalau memang belum selesai sengketanya, nanti  bisa dibacakan tuntutannya oleh pengadilan, nanti kita komunikasikan kepada pengadilan agar semua bisa sesuai dengan jadwal,” kata Bima.

Meskipun progres hingga Juli baru mencapai 40 persen, Bima menaruh harapan agar pembangunan dapat selesai sesuai target yakni 19 Desember 2019. Sehingga kemacetan di kawasan Kebon Pedes, Bogor Tengah bisa dikendalikan.

“Saya titip keselamatan kerja, supaya kemacetannya bisa dikendalikan,” kata Bima.

Sementara itu Deputi General Superintendent jalan layang RE Marthadinata Rufika Trianto  mengatakan, pembangunan baru meliputi bangunan bawah dan pier jembatan sudah dikerjakan. Saat ini kontraktor fokus melakukan pekerjaan atas, yakni pembuatan pier head, dan pembuatan dan pemasangan girder dilanjut pembuatan lantai.***

Bagikan: