Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Tahura Gunung Kunci Akan Direvitalisasi Menjadi Objek Wisata Sumedang Park

Adang Jukardi
PINTU masuk Tahura Gunung Kunci di Jalan Pangeran Sugih di ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, beberapa waktu lalu. Pemkab Sumedang akan membangun kereta gantung dari Tahura Gunung Kunci ke Tahura Gunung Palasari yang lokasinya berdekatan.*/ADANG JUKARDI/PR
PINTU masuk Tahura Gunung Kunci di Jalan Pangeran Sugih di ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, beberapa waktu lalu. Pemkab Sumedang akan membangun kereta gantung dari Tahura Gunung Kunci ke Tahura Gunung Palasari yang lokasinya berdekatan.*/ADANG JUKARDI/PR

SUMEDANG, (PR).- Kawasan wisata Tahura (Taman Hutan Raya) Gunung Kunci dan Gunung Palasari, Sumedang akan dikembangkan menjadi objek wisata Sumedang Park. Kawasan yang berada di Jalan Pangeran Sugih, Kecamatan Sumedang Selatan itu akan direvitalisasi menjadi objek wisata alam, budaya, sejarah dan edukasi.

PT Daya Inti Selaras (DIS) sebagai calon investor pembangunan menyebut Tahura Gunung Kunci dapat menjadi kawasan wisata yang potensial. Selain pemandangan alamnya indah, sejuk dan lokasinya strategis, juga terdapat cagar budaya berupa benteng pertahanan peninggalan zaman kolonial Belanda. Di dalam benteng itu pun, terdapat beberapa gua Belanda yang bisa dijadikan wisata sejarah bagi para pengunjung.

“Dari hasil studi kami, Tahura Gunung Kunci dan Palasari ini sangat layak dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi kawasan wisata alam, budaya, sejarah dan edukasi bagi masyarakat. Seandainya tahura ini jadi dibangun, kami akan pertahankan peninggalanan cagar budayanya. Ini  sesuai saran pak bupati. Pengembangan  tahura ini bisa berjalan harmonis sesuai konsep awal, tanpa mengganggu cagar budaya yang ada,” kata  Direktur Utama PT Daya Inti Selaras Dany Rinaldy usai “Ekspose Investasi Penataan Tahura Gunung Kunci dan Palasari” di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Rabu, 17 Juli 2019.

Menurut dia, mudah saja bagi investor untuk menanamkan modalnya, sepanjang ada kepastian hukum, investasi dan tidak ada resistensi dari masyarakat sekitar. Dalam rencana pengembangannya, PT DIS tidak akan menitikberatkan mencari uang atau keuntungan, melainkan membangun kawasan wisata yang bernuansa edukasi bagi masyarakat. Terlebih kondisi tahura sarat akan potensi wisata alam, budaya, sejarah dan edukasi.

“Ini yang akan kami kembangkan. Di tahura, tidak perlu membagun kafe-kafe modern. Justru, kami akan membantu pemda mempromosikan berbagai produk unggulan Sumedang. Contohnya, tahu Sumedang. Seluruh masyarakat di Indonesia pasti kenal tahu sumedang. Akan tetapi, sedikit yang tahu bagaimana cara mengolahnya. Nah, sebagai mitra bisnis, mungkin kita akan membuka beberapa stand khusus untuk mengedukasi pengunjung  bagaimana memproduksi tahu,” ujar Dany.

Ia mengatakan, pembangunan wisata tahura itu, diharapkan menjadi ikon baru di Kabupaten Sumedang. Apalagi dengan kehadiran tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan).

Jika Kabupaten Sumedang tidak segera membangun beberapa destinasi wisata dan ikon baru, dirinya khawatir Sumedang akan terlupakan dengan kehadiran jalan tol tersebut.

“Oleh karena itu, kami akan melakukan kerjasama lebih mendalam lagi dengan Pemkab Sumedang. Mohon dukungan  masyarakat dan berbagai pihak demi terwujudnya pembangunan kawasan wisata tahura ini. Kami sangat mengapresiasi pak bupati dan wabup yang menyarankan rekruitmen tenaga kerja, 70% warga Sumedang, Tentunya kami akan memaksimalkan itu,” ujarnya seraya mengatakan masih memperhitungkan nilai investasinya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan, kerjasama dengan investor PT DIS itu, bermula dari keinginan Pemkab Sumedang  merevitalisasi Tahura Gunung Kunci dan Palasari yang menjadi aset pariwisata yang sangat berharga. Sebab, posisi tahura tersebut berada di pusat kota yang sangat langka ditemui di daerah lain khususnya di Jawa Barat. Lokasinya pun strategis, berada di pinggir jalan nasional Jalan Raya Bandung-Cirebon.

Selain itu, kawasan merupakan aset pemerintah sehingga dalam pengembangannya tidak akan terlalu banyak membebaskan lahan.

“Kami ingin merevitaliasi Tahura Gunung Kunci dan Palasari menjadi tempat wisata unggulan. Tak hanya wisatawan domestik yang berkunjung, termasuk dari mancanegara,” katanya diampingi Wabup Erwan Setiawan.

Sehubungan APBD terbatas, kata dia, sehingga untuk pengembangannya dikerjasamakan dengan investor PT DIS. Pemkab Sumedang sudah melakukan serangkaian pembicaraan, kajian dan konsep dengan PT DIS untuk membangun tahura  menjadi kawasan wisata “Sumedang Park”. Konsepnya, akan dibangun wisata alam, sejarah, budaya, edukasi termasuk wahana rekreasi keluarga.

“Sumedang Park ini, perpaduan antara Jatim Park dengan taman wisata Victoria Peak di Hongkong. Nantinya, akan ada kereta gantung dari Tahura Gunung Palasari ke Gunung Kunci, trek lift  bahkan  akan dibangun taman seperti dalam film Jurasic Park. Ada dinosaurusnya. Mudah-mudahan  terwujud. Hingga kini, prosesnya tinggal mematangkan MoU (Nota kesepahaman bersama).  Kami minta time line (jadwal waktu) kepada PT DIS,” tuturnya.

Disinggung keberadaan benteng Belanda yang menjadi cagar budaya, ia mengatakan, di dalam Tahura Gunung Kunci dan Palasari terdapat benteng pertahanan peninggalan kolonial Belanda.  Mengingat bangunannya termasuk cagar budaya, sehingga aturannya tidak boleh ada perubahan dari bentuk aslinya.

“Kami akan taati aturan tersebut dan akan menjaganya. Kami akan memoles pemandangan alam yang sangat bagus di tahura ini. Jarang  ada pohon pinus di tengah kota sehingga sangat cocok untuk berswafoto. Selain itu, mengingat tahura ini milik pemerintah, sehingga tak perlu membebaskan lahan di area utama tahura. Ini yang menjadi ketertarikan investor. Kecuali pembebasan lahan di luar area utama di tanah milik masyarakat untuk lahan parkir dan pintu masuk ke lokasi,” ucapnya.***

Bagikan: