Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.5 ° C

Lintasan Tak Berpalang Akan Dibenahi

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

INDRAMAYU, (PR).- Perlintasan kereta api tak berpalang di Kabupaten Indramayu akan dibenahi. Pembenahan akan dilakukan bertahap oleh pemerintah. Mahalnya pintu perlintasan merupakan salah satu alasan mengapa masih banyak pintu perlintasan tak berpalang.

Sedikitnya ada 24 perlintasan yang menjadi fokus perhatian. Perlintasan tersebut dinilai rawan karena banyak memakan korban jiwa. Kasubdit Peningkatan dan Rekayasa Keselamatan Penumpang Direktorat Jenderal Perkeretaapaian Kementerian Perhubungan Prayudi mengatakan, keseluruhan perlintasan tak berpalang di Indramayu ada sebanyak 42 titik.

Dia mengatakan, pembenahan akan dilakukan bertahap terhadap 24 titik tersebut. Sebab Prayudi mengakui, pembenahan belum bisa dilakukan secara keseluruhan karena terbentur dana yang cukup besar. Untuk membangun satu pintu palang dibutuhkan dana Rp 2 miliar. "Itu belum termasuk dengan bangunannya," ujar Prayudi, Rabu, 17 Juli 2019.

Ongkos yang mahal itu membuat pemerintah tak berdaya memperbaiki dan membangun pintu perlintasan. Tak ayal proses pembenahan itu sejak dari dahulu hingga sekarang belum saja rampung. Namun kata dia, saat ini ada keseriusan untuk melakukan aksi tersebut. Rencananya kementerian perhubungan akan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Salah satunya yakni dengan menggunakan palang pintu bekas yang masih bisa dimanfaatkan. “Di Jakarta kan kami menutup beberapa perlintasan karena sudah diganti oleh fly over dan under pass. Nah palang itu akan kami manfaatkan untuk digunakan di perlintasan tak berpalang di Indramayu,” ujar dia.

Dengan menggunakan cara tersebut, ongkos yang dikeluarkan tidak begitu mahal. Pastinya dana yang dibutuhkan untuk merekondisi palang tidak sebanyak membeli palang baru. “Lebih hemat,” katanya.

Rencananya upaya itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Perlintasan yang akan diberi palang diprioritaskan sesuai dengan tingkat kerawanannya. Salah satunya yakni di Kroya.

WARGA memotret bangkai minibus yang tertabrak kereta api, beberapa waktu lalu di Kroya Indramayu. Perlintasan di sana tidak dilengkapi oleh palang.*/GELAR GANDARASA/PR

Dia mengatakan, dengan adanya palang diharapkan angka kecelakaan akibat tertabrak kereta api bisa berkurang drastis. Terlebih Indramayu merupakan daerah rawan kecelakaan kereta api.

Saat melintas di wilayah Indramayu, kecepatan kereta api sudah memasuki kecepatan jelajah mencapai 100 kilometer per jam. Sebab Indramayu bukanlah tempat persinggahan kereta api seperti di wilayah Cirebon. “Kalau di persinggahan kereta akan melambat karena kereta membutuhkan jarak hingga 750 meter untuk pengereman,” ungkapnya.

Terkait personel penjaga perlintasan, rencananya kementerian perhubungan akan menggandeng pemerintah daerah. Nantinya pemerintah daerah menyediakan sumber daya manusia sebagai penjaga pintu.

Kerja sama itu sudah ditawarkan kepada pemerintah daerah. Prayudi menambahkan, kementerian perhubungan juga akan menurunkan personel yang akan mendata perlintasan tak berpalang lainnya yang ada di Kabupaten Indramayu.

Perlintasan tak berpalang menjadi perhatian dari semua pihak. Sebab sudah memakan banyak korban jiwa. Terakhir lintasan tak berpalang memakan korban 8 orang di wilayah Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu. Kereta Jayabaya tujuan Malang menghantam sebuah minibus sarat penumpang.***

Bagikan: