Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 27.2 ° C

Bukan Serangan Serigala, Kematian Domba Ternyata Digigit Macan Kumbang

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA Desa Banyuasih, Dadang, sedang menunjukan surat hasil pemeriksaan dokter hewan atas kematian domba-domba di daerahnya.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
KEPALA Desa Banyuasih, Dadang, sedang menunjukan surat hasil pemeriksaan dokter hewan atas kematian domba-domba di daerahnya.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Misteri dibalik kematian empat ekor domba milik Usin (65) di Dusun Ciereng Kidul RT 02/08  Desa Banyuasih Kecamatan Tanjungkerta, kini akhirnya terungkap. Setelah Pemerintah Desa Banyuasih bersama Polsek Tanjungkerta, memeriksakan penyebab kematian hewan ternak tersebut ke UPTD Peternakan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Sumedang, pada Selasa 16 Juli 2019 lalu.

Dimana, sesuai hasil berita acara kematian ternak nomor 524.3/021/VII/UPTD 2019, yang ditandatangani oleh drh. Mursjid Abdulloh selaku dokter pemeriksa, di sana dinyatakan bahwa penyebab kematian domba itu karena gigitan (Suspect gigitan macan kumbang).

Pasalnya, pada bangkai domba betia yang dijadikan sample pemeriksaan tersebut, terdapat luka gigitan pada vena jugularis, dan othemathom pada daerah sekitar gigitan.

Informasi soal kepastian penyebab kematian domba ini, disampaikan Kepala Desa Banyuasih, Dadang. "Memang betul, kematian domba di daerah kami ini awalnya diperkirakan akibat gigitan serigala. Namun setelah diperiksa oleh dokter hewan, penyebab kematian domba itu ternyata bukan karena gigitan serigala, melainkan suspect akibat gigitan macan kumbang," katanya, Kamis 18 Juli 2019.

Hasil penelitian

Kesimpulan hasil pemeriksaan dokter ini, lanjut Dadang, tentunya diperkuat pula dengan hasil penelitian yang dilakukan petugas dari BKSDA wilayah II Jawa Barat di sekitar lokasi kejadian pada hari Rabu (17/7/2019).

Dimana sesuai hasil penelitian petugas BKSDA yang dilakukan satu hari setelah kejadian, ternyata di sekitar lokasi kandang domba itu ditemukan jejak telapak kaki macan kumbang.

"Lokasi kandang domba yang kemarin banyak yang mati itu kan di sekitar areal pesawahan. Nah di 'galengan' sawah itu memang terlihat banyak bekas jejak kaki macan kumbang," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Kondisi ini, memang sangat masuk akal, karena lokasi kejadian (kandang ternak) itu, berada persis di bawah kawasan Hutan Bengkung yang merupakan kaki Gunung Tampomas.

Atas dasar hasil penelitan tersebut, maka rumor yang berkembang soal penyebab kematian ternak domba akibat serangan srigala itu akhirnya terpatahkan. Karena kenyataannya, penyebab kematian domba tersebut ternyata akibat gigitan macan kumbang.

"Menurut kami juga cukup logis, soalnya Dusun Ciereng ke kawasan hutan Bengkung itu jaraknta hanya terpaut sekitar 1,5 km. Kemungkinan di hutannya sudah habis makanan, jadi macan itu akhirnya turun gunung," ujarnya.

Untuk itu, sebagai langkah antisipasi, pihak desa kini telah memerintahkan para pemilik ternak, agar mendekatkan kandang ternak mereka ke dekat pemukiman. Supaya keberadaan hewan ternak mereka bisa mudah terkontrol oleh penduduk.***

Bagikan: