Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Sebabkan Kecelakaan yang Telan Korban Jiwa, Pengemudi Bus Rombongan Calon Jemaah Haji Asal Sukabumi ini Hanya Bisa Menangis

Ahmad Rayadie
DIDAMPINGI Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro dan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, saat memberikan keterangan pada Rabu, 17 Juli 2019 di Tempat Kejadian Perkara,  EZ pengemudi bus maut itu menutup mata dan menangis.*/AHMAD RAYADIE/PR
DIDAMPINGI Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro dan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, saat memberikan keterangan pada Rabu, 17 Juli 2019 di Tempat Kejadian Perkara, EZ pengemudi bus maut itu menutup mata dan menangis.*/AHMAD RAYADIE/PR

EZ (45) warga Jalan KH Sanusi, RT 49/21, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi hanya bisa menangis. Dia menitikkan air mata, saat memberikan keterangan terkait kecelakaan yang menyebabkan seorang warga tewas dan empat orang luka-luka serius. Pelaku mengemudikan bus bernopol F 7512 SF yang mengangkut rombongan calon jemaah haji asal Kota Sukabumi dan kemudian menyerempet pagar beton Gedung Djuang 45 saat melintas di Jalan Veteran, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Pengemudi yang cukup berpengalaman itu, mengaku menyesal telah menyebabkan kecelakaan akibat kelalaiannya. Imbasnya, salah seorang penumpang bus, Hani Safi Sania Hasani (12 tahun) warga Jalan Safir 4 Nomor 152  RT 002/011 Perum Baros Kencana, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, tewas tergencet pintu pagar dan badan bus. 

Akibat kecelakaan itu, mahkota beton pagar gedung ambruk dan menimpa empat orang warga warga Kampung Undrus Binangun RT 05/02 Desa Undrus Binangun, Kecamatan Kadudampit. Adalah Dedeh (44), Aska (3), Rika Handayani (33), dan Yeni Rohayani (49) yang mendapat luka serius dan kini memperoleh penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin. 

Sambil menunduk dengan tangan diborgol, pengemudi maut tersebut memberikan keterangan pascakecelakaan pada Rabu, 17 Juli 2019. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi Kota, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Susatyo Purnomo Condro didampingi Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi memberikan keterangan resmi  persis di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) Gedung Djuang 45.

"Saya mohom maaf akibat kelalaian saat mengemudikan menyebabkan terjadi peristiwa  ini. Sungguh saya sangat menyesal. Terutama kepada kelurga korban mohon maaf," kata pelaku.

Susatyo mengatakan polisi telah menetapkan EZ sebagai tersangka. Akibat kesalahan bermanuvernya, bus yang dikemudikan tersangka menyebabkan seorang warga tewas dan empat lainnya luka serius. "Dia salah perhitungan saat mengemudikan bus saat keluar dari jalan gedung ini," katanya.

Karena kelalaiannya tersangka dijerat pasal 310 ayat 4 jo ayat 2 UURI Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. "Sementara setelah dilakukan serangkaian tes urine dan hasilnya negatif narkoba," katanya.

Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur Harry Herawan mengatakan pihaknya telah memberikan santunan kepada ahli waris bus maut itu. Santunan bagi pengantar jamaah haji yang tewas sebesra Rp 50 juta dan bagi  korban luka-luka sebasr  Rp 20 juta akan secepatnya diberikan. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, untuk menyampaikan surat jaminan. Terutama kepada korban yabg mengalami luka serius," katanya.

Ketua Tim Informasi RSUD Syamsudin, Wahyu Handriana kendati kesehatan seluruh korban dalam kondisi stabil. Tapi dua orang korban akan menjalani operasi secepatnya karena mengalami patah tulang dan perlu segera dilakukan medis secara intensif.***

Bagikan: