Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Berawan, 28.6 ° C

Anggap Ridwan Kamil Pencitraan, Gurka Nyatakan Sebagai Oposisi

Tim Pikiran Rakyat
EKS pengurus Gerakan Untuk Ridwan Kamil (Gurka) menyatakan sikap membubarkan diri dan berhenti mendukung Ridwan Kamil, di salah satu cafe di bilangan RE Martadinata, Rabu 17 Juli 2019.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA
EKS pengurus Gerakan Untuk Ridwan Kamil (Gurka) menyatakan sikap membubarkan diri dan berhenti mendukung Ridwan Kamil, di salah satu cafe di bilangan RE Martadinata, Rabu 17 Juli 2019.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA

BANDUNG, (PR).- Eks pendukung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Pemilihan Gubernur 2018 Gerakan Untuk Ridwan Kamil (Gurka), bakal berbalik menjadi oposisi mengkritisi seluruh program yang digagas oleh gubernur. 

Dengan demikian Gurka resmi mencabut dukungan dengan ditandai pembubaran organisasi tersebut pada Rabu 17 Juli 2019 pukul 12.00. 

Adapun beberapa alasan yang menyebabkan eks relawan pendukung Emil panggilan Ridwan Kamil, di antaranya adalah komunikasi Gurka yang buruk dan menilai program Ridwan Kamil saat menjadi Gubernur saat ini hanya pencitraan. 

"Komunikasi kami terputus seperti ada benteng penghalang bagi kamu, terkahir kami bertemu itu sekitar 10 bulan yang lalu," kata mantan Ketua Dewan Penasihat Gurka, Iwan Suhermawan saat ditemui dalam konferensi pers, di Jalan Re Martadinata, Rabu 17 Juli 2019. 

Lebih lanjut Iwan menilai, program Emil saat ini cenderung kepada pencitraan, yang pada fakta dilapangan masyarakat tidak merasakan langsung program yang dicanangkan oleh Gubernur. 

Iwan mencontohkan, Jabar Quick Respon (JQR), dari sekitar 60 ribuan yang laporan hanya sekitar 300 yang terakomodir, "Artinya itu sangat jauh dari target untuk menangani puluhan juta masyarakat Jawa Barat," katanya. 

Iwan juga mengaku, merasa kerepotan terkait aspirasi masyarakat yang masuk ke pada pihaknya, sedangkan Gurka tidak bisa berbuat banyak untuk masyarakat karena terhambat komunikasi. 

"Akhirnya sesuai dengan anjuran Emil pada pertama kita bertemu setelah pelantikan, aspirasi masyarakat diarahkan ke Arfi Rafinaldi," ucapnya. 

Padahal, kata Iwa, pihaknya tidak menuntut apapun dari keterpilihannya Ridwan Kamil menjadi Gubernur, dia mengaku, murni menjadi relawan untuk mendukung Ridwan Kamil. 

"Tapi tugas kami Gurka sudah selesai untuk mengantarkan Kang Emil ke Gedung Sate, maka kami juga memutuskan untuk bubar," ucap dia. 

Membentuk ormas

Tidak sampai di situ, organisasi eks pendukung Emil tersebut akan mengubah haluan menjadi oposisi dengan membentuk organisasi kemasyarakatan (Ormas). Menurut Iwan, pihaknya akan membentuk ormas yang isi orang-orang Gurka. 

"Orangnya sama namun chasing-nya saja yang ganti, namun terkait nama belum kita pikirkan," ucapnya seperti dikutip wartawan Galamedia, Anthika Asmara. 

Di tempat yang sama, mantan Ketua Gurka Kabupaten Bandung, Dudi Sopandi, mengatakan, selama ini dirinya terus ditagih mantan pemilih Emil di wilayah tersebut. Sebab, saat kampanye lalu, pasangan Uu ini menjanjikan lebih dari 700 program untuk masyarakat.

"Perbaikan jalan yang jelek, menyambung jembatan antar kampung, lalu kesehatan, pendidikan," katanya. Namun, selama ini pihaknya kesulitan mendapatkan kepastian program tersebut dari Emil.

Selama ini, pihaknya berupaya untuk menyampaikan keinginan warga tersebut kepada Emil. "Tapi harus ke mana lagi, (Emil) susah dihubungi. Saya tidak bisa apa-apa," katanya.

Lebih lanjut, dirinya meminta partai pengusung Emil di Pemilu Gubernur Jawa Barat agar mengkritisi setiap kebijakan gubernur tersebut. "Kami juga akan menyampaikan hal ini ke partai pengusung. Agar terus mengkritisi kebijakan gubernur," tuturnya.***

Bagikan: