Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Umumnya berawan, 20.1 ° C

TNI Angkatan Laut Sambangi Ratusan Taruna SMKN 1 Pangandaran

Agus Kusnadi
RATUSAN taruna taruni SMKN 1 Pangandaran ikuti wawasan kebangsaan dari TNI Angkatan Laut Pangandaran di halaman sekolahnya, Selasa, 16 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KP
RATUSAN taruna taruni SMKN 1 Pangandaran ikuti wawasan kebangsaan dari TNI Angkatan Laut Pangandaran di halaman sekolahnya, Selasa, 16 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

PANGANDARAN,(PR).- Berdasarkan intruksi dari Markas Besar TNI Angkatan Laut, sejumlah anggota dari Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran sambangi ratusan calon taruna taruni SMK Negeri 1 Pangandaran. Pelaksanaan apel pagi kepada taruna taruni SMKN I Pangandaran langsung dipimpin oleh Komandan Pos TNI AL Pangandaran. 

Disela-sela kegiatannya, Komandannya Pos TNI AL Pangandaran, Kapten Laut (PM) Toto Sukarto SH mengatakan, bahwa kunjungannya ke SMKN 1 Pangandaran dalam rangka pengenalan lingkungan sekolah (PLS) kepada peserta didik baru tahun ajaran 2019. Kata Toto, peserta kegiatan diikuti sebanyak 800 taruna taruni serta calon taruna taruni SMKN I Pangandaran. "Kami juga memberikan materi tentang wawasan kebangsaan, bela negara, baris berbaris dan tata cara melaksanakan upacara bendera," ungkap Toto, Selasa, 16 Juli 2019.


Sementara Kepala SMKN 1 Pangandaran, Dede Tarlana mengapresiasi dengan kegiatan wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh pihak TNI Angkatan Laut kepada taruna taruninya. Selaras dengan nawacita yang dicanangkan pemerintahan Presiden Joko Widodo kata Dede, merevitalisasi sekolah untuk menjadi sekolah kejuruan yang sebenarnya, seperti, kemaritiman, pertanian, parawisata dan industri kreatif. SMK harus memiliki kompetensi sehingga punya daya saing yang tinggi, karena lulusan SMK itu akan mudah untuk dapat pekerjaan. “Lulusan SMK harus siap saat terjun ke masyarakat," ujar Dede.

Untuk penyaluran taruna taruni yang lulus, kata Dede, pihaknya sudah membangun kerja sama dengan ikatan dunia usaha dan perusahaan kapal penangkap ikan. “Hingga tahun 2018 kemarin lulusan sekitar 70 persen sudah terserap lapangan pekerjaan," ujarnya.***

Bagikan: