Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 23.5 ° C

Tinggi Muka Air Waduk Darma Terus Menyusut

Nuryaman
SEKELOMPOK warga Desa Sunia Baru, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, mencuci karpet masjid lingkungannya di saluran pengeluaran air Waduk Darma, di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jumat 3 Mei 2019.*/NURYAMAN/PR
SEKELOMPOK warga Desa Sunia Baru, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, mencuci karpet masjid lingkungannya di saluran pengeluaran air Waduk Darma, di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jumat 3 Mei 2019.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Tinggi muka air (TMA) genangan Waduk Darma di Kabupaten Kuningan dalam musim kemarau ini setiap harinya terus mengalami penyusutan. Penurunan TMA genangan waduk buatan itu karena sejak awal Juni 2019 hingga saat ini, pintu air pengeluaran terus dibuka untuk membantu pengairan lahan pertanian daerah hilir irigasi waduk tersebut.

Staf Seksi Perencanaan Operasi Pemeliharaan Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung Dodo Wardoyo menyebutkan, TMA genangan Waduk Darma pada Senin, 15 Juli 2019 sudah berada di titik elevasi 711,29 meter di atas permukaan laut. Dalam posisi tersebut, TMA genangan waduk tersebut terukur sudah mengalami penurunan sekitar 1,2 meter dari posisi elevasi maksimum sebelum pintu pengeluaran air waduk itu dibuka awal Juni 2019 untuk pengairan irigasi musim kemarau.

Sementara itu, Dodo Wardoyo menuturkan, debit pengeluaran air Waduk Darma melalui pintu keluar air dalam musim kemarau ini telah mengalami dua kali peningkatan. Mulai tanggal 1 Juni hingga 15 Juni 2019, pintu air itu dibuka dengan debit pengeluaran air di angka 1 meter kubik per detik, kemudian mulai tanggal 16 hingga akhir Juni 2019 ditingkatkan menjadi 2 meter kubik per detik. Dan, mulai tanggal 1 Juli 2019 ditingkatkan lagi menjadi 2,5 meter kubik per detik.

“Debit pengeluaran air di angka 2,5 meter per detik itu berdasarkan rencana operasi tahunan Waduk Darma tahun 2019 akan dipertahankan sampai dengan akhir bulan Juli ini. Berikutnya mulai tanggal 1 smpai dengan 15 Agustus 2019 debit pengeluarannya akan ditingkatkan lagi menjadi 3 meter kubik per detik,” tutur Dodo. 

Dia menambahkan, pengeluaran air Waduk Darma setiap musim kemarau diatur dengan mempertimbangkan kondisi kebutuhan air daerah irigasi hilir dan volume tampungan air waduk tersebut.

Dodo Wardoyo melanjutkan, debit pengeluaran air Waduk Darma selama musim kemarau ini akan diatur mengikuti rencana operasi yang sudah ditentukan. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, air akan dihentikan ketika musim kemarau sudah berakhir atau ketika TMA genangan waduknya sudah  mencapai dead storage (batas tampungan mati atau batas minimal TMA waduk tersebut).

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada para petani pengguna air irigasi hilir Waduk Darma selalu mengikuti saran petunjuk pola tanam dari pemerintah daerah setempat.

Seperti diberitakan Pikiran Rakyat, berdasarkan data teknisnya, dead storage Waduk Darma ditentukan di titik elevasi 702,6 mdpl.***

Bagikan: