Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Serangan Serigala Masih Menakutkan Warga Tanjungkerta

Tim Pikiran Rakyat
SEEKOR domba mati mengenaskan dengan luka bekas terkaman di lehernya. Ada dugaan kambing tersebut mati oleh serangan serigala.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
SEEKOR domba mati mengenaskan dengan luka bekas terkaman di lehernya. Ada dugaan kambing tersebut mati oleh serangan serigala.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Aksi serangan kawanan serigala terhadap hewan ternak domba yang sebelumnya sempat terjadi di wilayah Desa Gunturmekar, kini ternyata malah terulang kembali di wilayah Desa Banyuasih Kecamatan Tanjungkerta.

Padahal, jarak tempuh antara wilayah Desa Gunturmekar dengan Banyuasih ini terbilang cukup jauh sekitar 5 km, dan itu pun harus melewati beberapa wilayah desa lainnya.

Menurut informasi, serangan serigala yang terjadi kali ini, diketahui berhasil mebunuh sedikitnya empat ekor domba milik Usin (65) warga Dusun Ciereng Kidul RT 02/08 Desa Banyuasih.

Peristiwa itu sendiri, kabarnya pertama kali ditemukan oleh pemilik domba, yakni Usin, pada saat dirinya akan memberikan pakan pada hewan ternaknya, Selasa 16 Juli 2019 pagi.

Kala itu, Usin, langsung dibuat kaget, karena ketika dia sampai ke kandang miliknya di Blok Sawah Asod, ternyata domba-domba ternaknya itu malah ditemukan sudah tergeletak mati dengan kondisi leher terluka akibat bekas cengkraman atau gigitan hewan buas.

Mengetahui hewan ternaknya dimangsa hewan buas, si pemilik itu pun langsung kembali ke rumah dan melaporkan kejadian itu ke warga terdekat. Sampai akhirnya, berita itu pun terus tersebar luas dan menjadi perbincangan warga lain di wilayah Kec. Tanjungkerta.

Bekas gigitan

Kepala Desa Banyuasih, Dadang, membenarkan soal informasi tersebut. Malah, menurut dia, setelah mendapat laporan, saat itu juga pihaknya bersama Babinkamtibas dan Babinsa desa langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

"Dan ternyata benar, domba-domba milik Pa Usin ini sudah mati akibat cengkraman atau gigitan hewan buas di lehernya," kata Dadang kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Dari hasil pantauan di lapangan, lanjut Dadang, dugaan sementara kematian empat ekor domba itu memang disebabkan karena cengkraman atau gigitan hewan buas pada leher domba-domba tersebut.

Bahkan jika dilihat dari bentuk lukanya, kematian hewan ternak di Dusun Ciereng Kidul ini, sangat mirip dengan peristiwa kematian yang menimpa domba-domba sebelumnya di wilayah Desa Gunturmekar ataupun di wilayah desanya. Sebab, empat bulan yang lalu, peristiwa serupa sebenarnya sempat terjadi pula di Dusun Ciereng Kidul. Hanya saja, peritiwa sebelumnya itu, memang tidak langsung menyebar luas seperti sekarang.

"Serangan hewan buas seperti ini, sebenarnya sempat terjadi juga sekitar empat bulan lalu di daerah ini. Cuma dulu itu informasinya tidak langsung ramai menyebar seperti sekarang," katanya.

Dijelaskan Dadang, sebagai langkah antisipasi, pihak desa kini mengeluarkan imbauan kepada warganya supaya bisa tetap tenang dan mengaktifkan kembali ronda malam.

Supaya ketika ada tanda-tanda serangan hewan buas lagi ke daerahnya, warga bisa langsung bergerak untuk memburunya.

"Saya minta warga jangan panik. Tenang saja, malah untuk mengatisipasinya kita harus lebih giat lagi mengaktifkan ronda malam," ujarnya, seraya menambahkan, domba milik Usin yang diserang hewan buas itu, sebenarnya ada lima ekor, namun yang mati bersimbah darah hanya empat, karena yang satu ekornya lagi berhasil selamat.***
 

Bagikan: