Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Balon MPLS dari Kabupaten Bandung Meledak di Cianjur, 8 Warga Derita Luka Bakar Serius

Shofira Hanan
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

CIANJUR, (PR).- Delapan orang warga Kampung Tunagan RT 01/04 Desa Wangunjaya Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur  mengalami luka bakar serius akibat ledakan balon gas, Senin, 15 Juli 2019 kemarin. Balon itu diketahui diterbangkan dari salah satu sekolah di Kabupaten Bandung sebagai simbolis pembukaan MPLS.

Berdasarkan informasi, tertulis nama SMP Karang Arum pada sebuah kertas yang menggantung di antara balon tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika warga melihat ada puluhan balon dengan tulisan MPLS SMP Karangarum Cilengkrang Bandung TP 2019-2020 terbang merendah ke pemukiman warga.

“Namanya warga ya, mereka mendekat waktu ada balon yang jumlahnya puluhan itu. Kebetulan memang di lokasi balon itu turun, ada beberapa warga sedang berkumpul," ujar Kepala Desa Wangunjaya, Misbahudin, Selasa, 16 Juli 2019.

Ia mengatakan, setelah jatuh di dekat kerumunan warga akhirnya balon itu meledak. Akibatnya delapan orang warga, dengan dua di antaranya merupakan anak kecil mengalami luka bakar.

Tidak diketahui penyebab pasti adanya ledakan tersebut. Diduga karena terjadi gesekan antar balon ataupun kondisi cuaca yang panas membuat balon memuai.

“Warga yang mengalami luka bakar langsung dibawa ke rumah sakit untuk dapat penanganan. Beruntung, tidak perlu dirawat,” ucapnya.

Hingga saat ini, para korban sudah kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan. Diketahui, tujuh korban yang mengalami luka bakar serius ada 7 orang, sedangkan satu lagi hanya mengalami luka ringan.

SALAH satu korban meledaknya balon gas saat mendapat perawatan di Puskesmas Cugenang, Senin, 15 Juli 2019 sore. Balon tersebut diketahui berasal dari sekolah menengah di Kota Bandung, atas insiden tersebut pihak sekolah bersedia membayar biaya pengobatan para korban sebagai bentuk tanggung jawab. */SHOFIRA HANAN/PR

Sekolah bertanggungjawab

Sementara itu, mendapati kondisi tersebut, pihak sekolah pun langsung merespon dan bersedia untuk bertanggungjawab atas meledaknya balon gas yang mereka gunakan saat pembukaan MPLS.

Wakil Kepala SMP Karang Arum diketahui sempat bertemu dan bermusyawarah dengan para korban di Kantor Desa Wangunjaya. Pertemuan itu didampingi aparat desa dan petugas dari Polsek Cugenang.

”Kami sangat prihatin dan meminta maaf atas kejadian yang memakan korban ini. Tapi kami pastikan, tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden ini,” ujar Wakasek SMP Karang Arum, Ipan Masdudin.

Ia mengaku, tidak menyangka insiden tersebut akan terjadi. Apalagi, pelepasan balon juga sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh banyak sekolah, terutama saat penerimaan siswa baru atau MPLS.

Lebih lanjut dikatakan, pihak sekolah dan para korban kini sudah sepakat untuk tidak memperpanjang masalah tersebut. Ipan menyebutkan, pengobatan para korban akan ditanggung oleh pihak sekolah.

Pihak SMP Karang Arum juga akan memberikan santunan kepada para korban untuk pemulihan. Ke depannya, Ipan juga mengharapkan agar masyarakat berhenti menyebarkan foto korban terkait insiden tersebut.

”Dikhawatirkan, informasi yang menyebar itu menyimpang dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena kami juga sudah ke lokasi, meluruskan kejadian sebenarnya. Kami harap semua pihak turut menjaga agar informasi yang menyebar tidak menyimpang, sebab saat ini sudah banyak yang meneruskan postingan terkait meledaknya balon tersebut," ucapnya.***

Bagikan: