Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Kerap Meminta"Jatah", Maman Diamuk Istrinya

Ahmad Rayadie
MAMAN (42) warga Kampung Cisereuh RW 10 RT 09 Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikadang, Senin, 15 Juli 2019 terbaring lemah di RSUD Sekarwangi Cibadak. Dia mengalami luka serius akibat diamuk istrinya.*/AHMAD RAYADIE/PR
MAMAN (42) warga Kampung Cisereuh RW 10 RT 09 Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikadang, Senin, 15 Juli 2019 terbaring lemah di RSUD Sekarwangi Cibadak. Dia mengalami luka serius akibat diamuk istrinya.*/AHMAD RAYADIE/PR

MAMAN (42) warga Kampung Cisereuh RW 10 RT 09 Desa Gunung Malang, Kecamatan Cikadang, Sukabumi pada Senin, 15 Juli 2019 hanya bisa mengeluh. Rasa sakit dan pening dikepala masih dirasakannya. Bapak beranak tiga itu, kini masih berbaring di ruangan Instalansi Gawat Darurat RSUD Sekarwangi-Cibadak, pasca dibacok istrinya, AM (39).

Ia mengaku masih belum mengetahui penyebab istri kesayangannya mengamuk dan membacok. Tapi pengakuan pelaku kepada pihak Kepolisian Resort (Polsek) Cikidang karena korban selalu meminta 'jatah'. Padahal AM masih baru dua bulan lalu melahirkan anak ketiganya. '

Akibat aksi nekat pembacokan ini, Maman mengalami luka serius di kepalanya. Saat peristiwa terjadi, korban tengah tidur. Dia mengalami tujuh luka hantaman kampak pembelah kayu bakar pada bagian kepala, leher, dibawah ketiak, pipi kiri, dan punggung.

Nyawa korban berhasil diselamatkan dari amukan istrinya. Ia langsung dievakuasi warga ke rumah sakit, sementara pelaku dibawa ke kantor polisi. Pihak rumah sakit masih belum memperkenankan Maman kembali pulang. Tim medis masih terus melakukan serangkaian observasi pada luka yang dideritanya.

"Kami masih terus melakukan pemeriksaan pelaku pembacokan terhadap suaminya. Memang dia baru dua bulan melahirkan anak ketiganya," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cikidang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sunarto.

Sunarto masih terus meminta keterangan pelaku, Korn dan sejumlah saksi. Dari keterangan beberapa saksi diyakni pelaku terindikasi mengalami depresi. Pelaku telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cerende Bogor. "Keterangan pelaku selalu berbelit-belit sehingga menyulitkan kami untuk meminta keterangan," katanya.

Diusir

Pacsa pembacokan yang dilakukan AM, warga kini tidak lagi menerima ibu beranak tiga itu, kembali pulang ke kampung Gunung Malang. Mereka mencemaskan AM akan melakukan tindakan serupa tidak hanya kepada Maman dan anak-anaknya. Juga dikhawatirkan mengancam keselamatan warga lainnya.

"Warga meminta untuk sementara AM tidak kembali kerumah. Warga khawatir ia akan melakukan tindakan serupa. Apalagi tindakan yang dilakukan AM telah terjadi untuk kedua kalinya dengan korban yang sama," kata Kepala Desa Gunungmalang Kecamatan Cikidang,  Ajang Rahmat.

Ajang Rahmat membenarkan pelaku diduga kuat mengalami depresi turunan dari bapaknya. "Dia mengalami depresi seperti bapaknya," katanya.***

Bagikan: