Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Hujan singkat, 30.4 ° C

Belasan Remaja Purwakarta dan Indramayu Jadi Korban Perdagangan Manusia

Gelar Gandarasa
KAPOLRES Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki menunjukkan barang bukti kasus perdagangan manusia di Mapolres Indramayu, Senin 15 Juli 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
KAPOLRES Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki menunjukkan barang bukti kasus perdagangan manusia di Mapolres Indramayu, Senin 15 Juli 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Dijanjikan pekerjaan, 19 remaja menjadi korban perdagangan manusia. Mereka dipekerjakan untuk menemani tamu di kafe di daerah  Bekasi dan Karawang. Polisi menciduk tiga pelaku yang satu di antaranya di remaja perempuan.

Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Yoris Marzuki menuturkan, mereka berasal dari daerah Purwakarta dan Indramayu. Belasan anak tersebut dinjanjikan bekerja di pabrik roti di Karawang. Namun, mereka malah dipaksa bekerja di dua kafe yang ada di Bekasi dan Karawang.

“Mereka dipekerjakan di kafe untuk menemani tamu yang berkunjung. Semuanya remaja,” kata Yoris, Senin 15 Juli 2019.

Para korban yaitu AS (16), DM (15), RNA (16), WR (12), AF (14), AE (14), KS (17), KW (17), SN (12), IN (14), ND (16), HN (16), SV (17), AL (17), YP (14), SS (16), RPD (15), FB (15), dan AN (15). Yoris mengatakan, para korban dijanjikan diberi imbalan oleh pelaku.

Pelaku mendapatkan keuntungan 10 persen dari jumlah tagihan. Korban sudah bekerja dua hari di kafe tersebut.

Laporan orangtua

Pengungkapan kasus bermula ketika Polres Indramayu menerima laporan dari dua orangtua pada, Sabtu 6 Juli 2019.

Orangtua tersebut melapor bahwa anaknya hilang saat mencari kerja. Sebelum hilang, orangtua mendapat laporan bahwa anaknya dibawa mobil sebelum akhirnya hilang. Keesokan harinya, jajaran Satreskrim Polres Indramayu menindaklanjuti laporan tersebut.

Polisi mendapatkan informasi bahwa anak-anak yang hilang itu dipekerjakan di kafe yang ada di Bekasi dan Karawang.

Kafe-kafe tersebut lalu digerebek. Polisi mendapai belasan anak yang dipaksa bekerja oleh para pelaku. Tiga pelaku yang langsung diamankan polisi yakni AJS (34), PM (41), dan SR (15). Semua pelaku merupakan warga asal Karawang.

“SR berperan merekrut dan mengajak para pelaku,” ujar Yoris.

Dia mengatakan, selain bertugas merekrut, SR juga berperan menyusun aturan serta tata tertib saat bekerja. Polisi mengamankan dua mobil dan uang tunai Rp 1.190.000 sebagai barang bukti. Para pelaku kini telah diamankan di Mapolres Indramayu.

Polisi akan menjerat mereka dengan pasal perdagangan manusia dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.***

Bagikan: