Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 18.6 ° C

Serigala Aneh, Ditembak Tentara tidak Mati

Tim Pikiran Rakyat
WARGA dibantu tentara dan polisi melakukan persiapan sebelum pelaksanaan perburuan serigala.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
WARGA dibantu tentara dan polisi melakukan persiapan sebelum pelaksanaan perburuan serigala.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Selama dua hari ini, Sabtu dan Minggu 13-14 Juli 2019 warga di wilayah Desa Gunturmekar Kecamatan Tanjungkerta, sibuk melakukan perburuan serigala di area hutan sekitar kawasan pemukiman mereka.

Perburuan ini, sengaja dilakukan sebagai tindaklanjut dari serangan kawanan serigala yang sempat memangsa domba-domba milik penduduk di kampung Gunung Datar, beberapa waktu lalu.

"Minggu lalu ternak domba warga kami kan banyak yang mati dimangsa serigala. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut agar tidak terulang, Pemerintah Desa dan Babinkamtibmas serta Babinsa akhirnya sepakat untuk memburu kawasan serigala itu," kata Sekretaris Desa Gunturmekar, Wahyu, Minggu 14 Juli 2019.

Adapun tujuan dari kegiatan berburu ini, selain untuk memusnahkan kawasan serigala, juga untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat yang selama ini telah dibuat resah dengan ulah serigala yang sering memangsa hewan ternak mereka.

Dijelaskan Wahyu, dalam melakukan aksi berburunya, warga dibantu langsung oleh anggota Polsek, Koramil, Jabursilan, dan anggota Perbakin.

"Jumlah peserta yang ikut berburu itu seluruhnya mencapai 40 orang-an. Namun anehnya, saat dilakukan perburuan itu kawanan serigalanya malah tidak ada. Kabarnya cuma ada satu serigala yang berhasil ditembak, tapi itu pun tidak sampai mati, malah bisa langsung kabur lagi," ujarnya.

Kapolsek Tanjungkerta, AKP Aep Suhendi, membenarkan soal kegiatan berburu di Desa Gunturmekar tersebut. Menurut Aep, kegiatan berburu ini merupakan langkah antisipasi terhadap serangan serigala yang belakangan ini sering membuat resah para peternak di wilayah tersebut.

"Agar kawanan serigala itu tidak kembali menyerang ternak milik masyarakat, maka dilakukanlah perburuan," katanya.

Kegiatan berburu ini, kata Aep, awalnya dinisiasi oleh Babinkamtibas, Babinsa dan Pemerintah Desa. Setelah unsur tiga pilar desa ini sepakat, maka akhirnya dilakukanlah perburuan, dengan melibatkan bantuan dari Komunitas Jabursilan Kecamatan Tanjungkerta, anggota Perbakin dan masyarakat pecinta berburu.

"Untuk pelaksanaan di lapangan, kegiatan berburu ini dipimpin oleh Kanit Patroli Polsek Tanjungkerta, AKP Asep Haeruman. Mereka lakukan perburuan dengan cara hutan di sekitar perkampungan itu," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***

Bagikan: