Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 28.4 ° C

Babinsa Majalengka jadi Pustakawan Keliling, Membuka Wawasan dan Menambah Pengetahuan Masyarakat

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG anggota Babinsa di kecamatan Talaga tengah memperhatikan dua anak yang tengah membaca buku yang dibawanya lewat perpustakaan keliling di Desa   Argasari, Kecamatan Talaga, Majalengka, Minggu, 14 Juli 2019. Sejumlah anggota Babinsa di Majalengka diterjunkan untuk menajdi pustakawan. Mereka keliling   desa dan kampung meminjamkan buku bacaan ke masyarakat dengan menggunakan sepeda motor.*/TATI PURNAWATI/KC
SEORANG anggota Babinsa di kecamatan Talaga tengah memperhatikan dua anak yang tengah membaca buku yang dibawanya lewat perpustakaan keliling di Desa Argasari, Kecamatan Talaga, Majalengka, Minggu, 14 Juli 2019. Sejumlah anggota Babinsa di Majalengka diterjunkan untuk menajdi pustakawan. Mereka keliling desa dan kampung meminjamkan buku bacaan ke masyarakat dengan menggunakan sepeda motor.*/TATI PURNAWATI/KC

MAJALENGKA, (PR).- Sejumlah anggota Babinsa di Kabupaten Majalengka diturunkan menjadi pustakawan keliling dengan menggunakan sepeda motor. Mereka datang ke sejumlah desa menyusuri tempat-tempat keramaian mengajak masyarakat mau membaca buku.

Ketika tiba di sebuah tempat, para anggota Babinsa langsung mengambil meja untuk menggelar buku yang di bawanya di kotak yang dipasang di sepeda motor. Terkadang, mereka langsung mendekati masyarakat agar mereka melihat buku yang ada di kotak di sepeda motornya.

Anak-anak pun diundang dan diberitahu kalau di perpustakaan kelilingnya ada buku bacaan menarik. Misalnya, buku cerita, dongeng, dan buku silat yang sekiraranya di baca anak-anak.

Dandim 0617 Majalengka, Letkol Arm Novi Herdian, mengungkapkan, perpustakaan keliling dengan sepeda motor yang dilakukan oleh Babinsa ini akan ada di semua kecamatan. Kegiatan itu untuk membantu masyarakat memperoleh bahan bacaan karena lokasi mereka tidak terjangkau oleh perpustakaan keliling kendaraan roda empat atau jauh ke lokasi perpustakaan daerah.

“Banyak masyarakat yang butuh bahan bacaan, di kampung agak sulit untuk mendatangi perpustakaan yang ada di kota. Padahal, mereka juga butuh membaca, butuh pengetahuan lain yang tidak dimilikinya,“ kata Novi, kepada Tati Purnawati dari Kabar Cirebon.

Menurutnya, meski saat ini sudah ada buku digital, tapi itu berbeda dengan membaca buku biasa. Anak-anak pun tidak semua bisa membaca buku digital dan lebih banyak yang menyenangi buku bacaan biasa karena mereka bisa melihat gambar yang tertera di buku. Selain itu, mereka bisa ramai-ramai memilih buku bacaanya masing-masing kemudian membacanya bersama-sama.

“Membaca buku akan membentuk imajinasi anak, kemudian mengembangkan cara berfikir. Kecerdasan akan tumbuh dari membaca. Makanya, Babinsa kami turunkan untuk menjadi pustakawan keliling ke desa-desa dan kampung-kampung,” ungkap Novi Herdian. Dikatakannya, satu sepeda motor perpustakaan bisa membawa puluhan buku dengan puluhan judul.

SEJUMLAH anak tingkat sekolah dasar membaca buku yang disediakan oleh mobil perpustakaan keliling, di Padang, Sumatera Barat, Kamis (17/01/2019). Mobil perpustakaan keliling ini disediakan oleh dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Padang, yang bertujuan untuk meningkatkan minat untuk membaca buku pada usia dini.*/ANTARA

Dengan membaca, masyarakat desa lebih tahu tentang teknologi pertanian dan kesehatan

Emon, warga Desa Argasari, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, merasa senang karena desanya dikunjungi pada Minggu, 14 Juli 2019. Ia mengaku gembira karena anak-anak di wilayahnya bisa berkumpul sambil membaca buku.

Ia pun merasa bisa menambah pengetahuan terutama teknologi terapan dan pertanian. Ada banyak buku keterampilan yang bisa diadopsi oleh warga, seperti mengolah kompos, yang berbeda dengan teknologi yang selama ini dilakukannya. Ada pula buku tentang bertani hidroponik.

Para ibu pun tak ketinggalan membaca, misalnya buku tentang kesehatan serta tumbuhan yang bisa menjadi obat dan cara mengolahnya. Mereka pun mendapatkan pengetahuan baru dari buku.

Di lembur mah seueur nu rematik, asam urat sareng darah tinggi. Ning tiasa saur buku mah ku koneng, sareng jahe, kayu manis . Ngan sesah minyak ikan na (Di kampung banyak yang mengalami sakit rematik, asam urat dan darah tinggi. Ternyata menurut buku bisa menggunakan kunyit, jahe, kayu manis. Hanya sulit untuk memperoleh minyak ikan sebagai campurannya),” ungkap Utin, seorang ibu rumah tangga.

Desa Argasari, Kecamatan Talaga menjadi fokus sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 yang digelar oleh Kodim 0617 Majalengka bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat desa setempat. Emon yang juga ketua kelompok tani di desanya mengaku bersyukur dengan adanya TMMD.

Dikatakannya, dengan TMMD, jalan desa bisa dibangun sehingga perjalanan bisa lancar dengan jalan yang mulus. Selain pembangunan fisik, ada pula hiburan serta sejumlah pelatihan untuk masyarakat dan perpustakaan keliling yang dilakukan setiap saat.***

Bagikan: