Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian cerah, 15.5 ° C

Menanti Kepulangan Eti di Cikareo

Adang Jukardi
MISNAN (60), kakak ipar Eti Ruhaeti di depan rumahnya di Blok Cikareo Desa Cidadap Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka, Jumat 12 Juli 2019.*/ ADANG JUKARDI/PR
MISNAN (60), kakak ipar Eti Ruhaeti di depan rumahnya di Blok Cikareo Desa Cidadap Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka, Jumat 12 Juli 2019.*/ ADANG JUKARDI/PR

SEPERTI biasa, rumah sederhana di kawasan perbukitan di selatan Kabupaten Majalengka itu sepi, Jumat sore 12 Juli 2019. Penghuni rumah di Blok Cikareo Desa Cidadap Kecamatan Cingambul Kabupaten Majalengka tersebut adalah pasangan Ma Engkoy (57) dan Misnan (60).

Sejak pagi, keduanya tengah ada di luar. Engkoy pergi ke Kadipaten, sedangkan suaminya Misnan tengah bekerja membuat reng bambu di kebun sebelah.

Sedangkan, di langit-langit teras, kicauan tiga ekor burung terdengar saling bersahutan. Seolah-olah tahu suasana rumah di sana tengah menunggu harap-harap cemas. Penantian panjang sekitar 18 tahun.

Ya, sejak Kamis siang 11 Juli 2019, beredar kabar kalau adik kandung Engkoy yang juga seorang tenaga kerja atau buruh migran Indonesia (BMI) di Arab Saudi Eti Ruhaeti binti Toyib tengah menunggu pembebasan, menyusul telah terpenuhinya  “diyat” kepada keluarga ahli waris majikannya. Eti sebelumnya terjerat kasus hukum di negara itu.

Diyat sendiri senilai 4 juta riyal atau sekitar Rp 15,2 miliar, berasal dari penggalangan dana dari para dermawan berbagai pihak di Indonesia.

Kabarnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh sendiri sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi dan meminta Eti bisa segera dibebaskan dan dipulangkan ke tanah air.

Selain keluarga, para tetangga di Desa Cidadap pun mengungkapkan rasa gembira mendengar kabar terpenuhinya “diyat” Eti. Sehingga, Eti bisa segera terbebas dari hukuman di Arab Saudi. Mereka pun berharap, Eti bisa segera pulang ke Cikareo.

“Sudah lama sekali ditunggu. Belasan tahun,” kata seorang tetangga Ny. Iip (35).

Menurut dia, pada Jumat pagi sejumlah orang datang ke rumah Ma Engkoy. Iip mengira, kedatangan mereka berbarengan dengan kedatangan Eti.

“Tetapi, ternyata Eti belum datang. Kabarnya masih di Arab Saudi,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh seorang warga lainnya Tata (55). Dia mengaku bersyukur kalau Eti akan segera terbebas dari hukuman di Arab Saudi.

Tata juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian kepada tetangganya itu. Dikatakan, apabila Eti bebas, maka kebahagiaan keluarganya juga merupakan kebahagiaan warga sekitar.

Sementara itu, kalangan keluarga menyampaikan bahwa ada kabar dari media bahwa “diyat” sudah mencukupi. Sehingga, terbuka harapan agar Eti segera bebas.

“Kami sekeluarga hanya menunggu kepulangan Eti ke Cikareo,” kata Misnan kepada sejumlah wartawan yang telah datang ke rumahnya, Jumat 12 Juli 2019.

Dia mengungkapkan, kebetulan isterinya Ma Engkoy tengah pergi ke Kadipaten untuk suatu keperluaan belanja. Ma Engkoy bersiap-siap, karena sekitar satu bulan ke depan anaknya yang bungsu Didin (24) yang juga menjadi anak angkat Eti, berencana melangsungkan pernikahan dengan seorang perempuan sekitar yang tinggal di Blok Ciroke.

“Harapan kami, mudah-mudahan Eti sudah bisa berkumpul nanti pas Didin menikah,” katanya.

Menurut Misnan, harapan kepulangan adik iparnya sendiri sebenarnya telah ditunggu lama. Terakhir, sejak Syaban, lalu saat Ramadan kemarin.

Salah seorang menantu Misnan, Nunung menuturkan, kabar terpenuhinya “diyat” diketahuinya dari media elektronik saat ada program berita.

Tentu, dengan ada kabar baru, penantian panjang itu diharapkan segera berakhir.***

Bagikan: