Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian cerah, 15.5 ° C

400.150 Baby Lobster Dilepasliarkan di Pangandaran

Tim Pikiran Rakyat
PULUHAN ribu baby lobster hasil sitaan saat dilepasliarkan di perairan pantai barat Pangandaran, Sabtu, 13 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
PULUHAN ribu baby lobster hasil sitaan saat dilepasliarkan di perairan pantai barat Pangandaran, Sabtu, 13 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Petugas telah menggagalkan aksi penyelundupan oleh para pelaku di perairan sungai Jambi dan mengamankan sebanyak 400.150 baby lobster serta 75.000 sidat. 

Lalu sebanyak 95.245 baby lobster dilepasliarkan di perairan Karang Luhur pantai barat Pangandaran dan 75.000 benih sidat di beberapa sungai di Kab. Pangandaran oleh pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bandung bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut Pangandaran, Polair Polres Ciamis, Pokmaswas dan Dinas Kelautan, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kab Pangandaran.

"400.150 baby lobster jenis pasir dan mutiara serta 75.000 sidat itu hasil sitaan dari para pelaku penyelundupan di Jambi," ungkap Kepala BKIPM Bandung, Deddy Arief, Sabtu, 13 Juli 2019.

Menurut Deddy, baby lobster dan sidat tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan BKIPM kerja sama dengan Polda Jambi yang hendak diselundupkan oleh pelaku ke negara Vietnam melalui Singapura.

"Pelaku membawa dan menyelundukan baby lobster ke  Singapura dengan menggunakan perahu speedboat," ujarnya.

Menurut Deddy, para pelaku penyelundup ditangkap di atas speedboat yang hendak berangkat melalui jalan tikus sebuah sungai menuju laut lepas. 

"Akhirnya petugas bisa mengejar dan kami tangkap pelakunya bersama barang bukti ketika perahu yang sedang dinaiki pelaku mau masuk ke laut," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Dijual muarah

Kasus penyelundupan baby lobster, ungkap Deddy, masih lumayan banyak dan dilakukan melalui beberapa tahapan. Awalnya baby lobster hasil tangkapan oknum nelayan di laut lalu dijual kepada pengepul dengan harga murah.

"Dari pengepul satu dioper lagi ke pengpul satunya lagi yang ada dibeberapa wilayah hingga baby lobster terkumpul banyak dan akhirnya di bawa oleh kurir untuk diselundupkan," ujarnya.

Deddy mengatakan, benih sitaan dari para pelaku kemudian didistribusikan ke lima daerah untuk dilepasliarkan seperti ke Karimun Jawa, Nusa  Penida, Padang, Cilacap dan Pangandaran.

"Kita masih melakukan pengembangan dan memeriksa pelaku dari mana asal baby lobster yang akan diselundupkan itu," ujar Deddy, seraya dirinya memprediksi bahwa baby lobster yang disita dari pelaku penyelundupan berasal dari daerah di pulau Jawa.

Deddy menjelaskan, jumlah total baby lobster sitaan dari Jambi sebanyak 400.150 ekor untuk jenis pasir 371.800 ekor dan mutoara 28.350 ekor ditambah 75.000 ekor benih sidat yang disebar di sungai Pelatar Agung dan Tunggilis di Kec Kalipucang.

Deddy juga mengatakan, berdasarkan arahan dari Menteri Kelautan Dan Perikanan baby lobster dan benih sidat yang dilepasliarkan untuk di Pangandaran baby lobster jenis pasir 86.895 ditambah jenis mutiara 8.350 ekor total 95.245 ekor ditambah 75.000 ekor sidat, untuk di Kab Cilacap: baby lobster jenis pasir 180.470 ekor ditambah jenis mutiara 10.000 ekor total 190.470 ekor dan ke Karimun Jawa untuk baby lobster jenis pasir 104.435 ekor ditambah jenis mutiara 10.000 total 114.435 ekor.***

Bagikan: