Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah, 22 ° C

Sungai Cimanis Tercemar Bangkai Ayam

Agung Nugroho
FOTO ilustrasi bangkai ayam.*/ANTARA
FOTO ilustrasi bangkai ayam.*/ANTARA

SUMBER, (PR).- Kekeringan dan krisis air bersih yang melanda Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon diperparah dengan pencemaran di Sungai Cimanis. Sungai yang menjadi salah satu sumber air bagi warga setempat, dalam sepekan ini tercemar oleh keberadaan ratusan ekor bangkai ayam.

Informasi yang dihimpun “PR” Online, Jumat 12 Juli 2019 menyebutkan, pencemaran terjadi dalam sepekan terakhir. Setelah warga dipusingkan dengan bau bangkai yang bersumber dari sungai di wilayah Desa Sigong, Lemahabang.

Sumber bau tak sedap itu ternyata dari bangkai ratusan ekor ayam potong yang teronggok di sungai yang selama kemarau mulai mongering. Belum diketahui penyebab kenapa bangkai ratusan ekor ayam itu berada di sungai tersebut.

Namun diduga kuat ada oknum warga yang sengaja membuang bangkai ayam itu. Diperkirakan, si pembuang bangkai ayam bukan warga sekitar sungai, karena di desa tersebut tidak ada warga yang membuka peternakan ayam potong.

Pencemaran Cimanis mengundang perhatian serius baik Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Tim dari Dinkes dan DLH sudah terjun langsung ke lokasi pembuangan bangkai ayam.

Kepala Dinkes, H. Eni Suhaeni, meminta warga tidak menggunakan air sungai yang debitnya sudah sangat terbatas akibat kemarau untuk keperluan sehari-hari. Ada kekhawatiran, bangkai ayam itu memunculkan bakteri yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kebetulan sungai lagi tidak mengalir. Debit air sangat terbatas. Ini sangat rawan untuk perkembangbiakan bakteri yang muncul dari bangkai ayam itu,” tuturnya.

Pencemaran Cimanis akibat pembuangan bangkai ayam secara sembarangan, makin memperparah krisis air bersih yang dialami warga setempat. Padahal, selama ini, warga bergantung dari sisa debit Cimanis yang masih ada dan sangat terbatas.

“Sekarang diperparah oleh pencemaran. Gara-gara bangkai ayam, warga dilarang memanfaatkan air sungai itu,” tutur Eni.

Sampel air

Selain Dinkes, tim dari DLH juga turun ke Cimanis untuk melihat langsung kondisi pencemaran. Tim sudah mengambil sampel air di berbagai titik untuk mengetahui sejauhmana tingkat pencemaran akibat pembuangan bangkai ayam itu.

“Sampel ini akan kita periksa di laboratorium. Kalau dari baud an warna memang ada perubahan. Ini indikasi pencemaran,”tutur Kepala Bidang Penataan Hukum dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH, Nur Aulia Sumanti.

Meski sudah ada indikasi pencemaran yang menurunkan kualitas air Cimanis, DLH tetap harus memeriksa kandungan air di laboratorium. Jika memang nanti hasil analisisi positif tercemar,  untuk sementara warga dilarang menggunakan air Cimanis untuk kegiatan konsumsi maupun sanitasi.

DLH juga akan berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya seperti Dinkes, kecamatan dan desa untuk menyampaikan larangan tersebut. Untuk penanganan, ratusan bangkai ayam nanti akan dibawa ke daratan untuk dikubur atau dibakar.***

Bagikan: