Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

BUMD Gas Bekasi Banting Setir Bangun Hotel dan Pengolahan Sampah

Tommi Andryandy
DIREKTUR Utama BBWM, Prananto Sukodjatmoko (berbaju putih, tengah) berfoto bersama  para anak yatim usai pemberian beasiswa pendidikan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Ihsan, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis 11 Juli 2019.*/ TOMMY ANDRYANDY/PR
DIREKTUR Utama BBWM, Prananto Sukodjatmoko (berbaju putih, tengah) berfoto bersama para anak yatim usai pemberian beasiswa pendidikan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Ihsan, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis 11 Juli 2019.*/ TOMMY ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- PT Bina Bangun Wibawa Mukti berencana mengalihkan usahanya menjadi pengolahan sampah menjadi listrik, dan membuka hotel. Peralihan ini dilakukan setelah bisnis gas, yang selama ini dibidangi, tak kunjung menunjukkan tren positif.

Selain karena kandungan gas bumi yang makin turun, sejumlah faktor eksternal pun memengaruhi turunnya bisnis gas bagi perusahaan daerah.

“Dalam peraturan yang ditetapkan saat ini, alokasi bagi perusahaan gas daerah dikurangi. Mayoritas alokasi gas lebih diarahkan pada badan usaha milik nasional,” kata Direktur Utama BBWM, Prananto Sukodjatmoko, di sela-sela pemberian beasiswa pendidikan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Darul Ihsan, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis 11 Juli 2019.

Sebanyak 45 anak yatim mendapat beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikannya dari mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Seperti diketahui, BBWM merupakan badan usaha milik daerah Pemerintah Kabupaten Bekasi yang bergerak di bidang gas bumi. Didirikan sejak 2002 silam, BBWM diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengolah kandungan gas bumi yang berada di Kabupate Bekasi, tepatnya di Stasiun Tambun. Namun, akibat menurunnya bisnis gas bumi, PAD yang diberikan pun tidak maksimal.

Prananto menyebut, faktor eksternal seperti kebijakkan pemerintah pusat yang memprioritaskan alokasi gas pada BUMN daripada pada BUMD, menjadi penyebab utama. Belum lagi, harga gas dunia yang tidak menunjukkan angka positif.

Prananto mengatakan, kondisi bisnis gas yang dikelola perusahaan daerah sulit berkembang sehingga diperlukan langkah signifikan. Maka dari itu, dari hasil perhitungan perusahaan, pihaknya berencana mengalihkan bisnis ke pengolahan sampah menjadi listrik serta hotel.

Melihat potensi yang ada, kedua bisnis ini diyakini dapat meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi. Sampah dapat diolah menjadi listrik yang kemudian dapat dijual ke perusahaan yang ada atau ke PLN. Kemudian hotel akan dibangun di kantor BBWM saat ini di Kota Bekasi yang diyakini menjadi bisnis yang meyakinkan.

Rencana ini akan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten Bekasi selaku pemilik saham mayoritas dan diharapkan prosesnya dapat direalisasikan dalam dua tahun ke depan.

“Yang diperlukan untuk membuka dua bisnis itu yakni keberadaan peraturan daerah yang mengatur, karena saat ini Pemkab Bekasi tidak memiliki BUMD di bidang sampah dan perhotelan. Kemudian jika proses administrasi rampung, pendirian bisnisnya dapat segera direalisasikan,” ucap dia.

Membangun sumber daya manusia

Kendati bisnis gas tidak berjalan maksimal, BBWM tetap memegang komitmen membangun sumber daya manusia di Kabupaten Bekasi melalui beasiswa pendidikan pada program CSR. Setelah sebelumnya memberikan beasiswa bagi mahasiswa, kini dialihkan kepada siswa dari SD sampai SMA.

Senior Manager Corporate Communication PT BBWM, Hillaludin Yusri mengatakan, program beasiswa dilakukan agar dapat mencetak generasi muda berprestasi, khususnya dari Kabupaten Bekasi.

“Kami bekerja sama dengan sejumlah SD sapai SMA, mencari murid berbakat untuk mendapatkan bantuan dana pendidikan. Ini sebagai komitmen perusahaan yang mengelola kekayaan alam daerah, juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia. ***

Bagikan: