Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Warga Berbondong-bondong Pakai Obor ke Stasiun KA Cijulang

Tim Pikiran Rakyat

ADLI  Yanto (78) warga Dusun Kalenwadas Desa Cijulang Kec. Cijulang yang merupakan salah satu saksi hidup dimana kereta api Banjar-Cijulang Pangandaran masih aktif.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
ADLI Yanto (78) warga Dusun Kalenwadas Desa Cijulang Kec. Cijulang yang merupakan salah satu saksi hidup dimana kereta api Banjar-Cijulang Pangandaran masih aktif.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Kini Adli Yanto (78) tinggal meratapi bangunan peninggalan zaman Hindia-Belanda yang sudah hancur di makan usia.

Kebetulan rumah Adli yang beralamat di Dusun Kalenwadas, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran itu menghadap ke sebuah bangunan stasiun kereta api Cijulang yang kini sudah dipenuhi rerumputan pada bagian dinding dan atap bangunan. 

Adli kembali mengenang masa lalunya, dirinya melihat kesibukan para warga di stasiun sambil menunggu kereta api berangkat. 

"Apalagi di stasiun ada gudang kopra dan getah karet hasil bumi dari perkebunan Cikencreng di Kec Cimerak," ungkap Adli, saat ditemui dirumahnya, Kamis, 11 Juli 2019.

Bahkan, kata Adli, hampir setiap pagi dini hari dirinya juga kerap melihat rombongan warga yang baru turun dari daerah pegunungan sambil menggunakan alat penerangan berupa obor menuju stasiun. 

"Kalau subuh saya sering lihat ada rombongan warga turun dari gunung sambil jalan kaki bawa obor ke stasiun," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi. 

Namun, lanjut Adli, sekitar tahun 1977 aktivitas di stasiun sudah mulai sepi dan tidak ada lagi kereta api yang yang datang maupun berangkat dari stasiun Cijulang.

"Biasanya dalam satu hari ada tiga kali pemberangkatan kereta api dari stasiun Cijulang menuju stasiun Banjar, (pagi, siang dan sore). Saya juga kalau mau ke Sukabumi naik kereta api turun di Banjar lalu naik bus," ujar Adli yang juga menjabat sebagai Ketua RW di lingkungannya.

Adli juga mengatakan, sejak tidak aktifnya kereta api ke stasiun Cijulang, banyak warga pribumi memanfaatkan lahan milik PJKA sekarang PT KAI.

"Saya sudah mengimbau kepada warga agar tidak mendirikan bangunan permanen di lahan PT KAI, tapi buktinya ya bisa dilihat, banyak bangunan megah di lahan tersebut," ucapnya. 

Sementara informasi yang diperoleh, pihak PT KAI mulai melakukan pendataan terhadap bangunan yang berada di atas bantalan rel dan lahan milik PT KAI untuk rencana pengaktifan kembali jalur kereta api Banjar-Pangandaran.

Pendataan di mulai dari stasiun Banjar menuju ke Cijulang Kab. Pangandaran yang saat ini pendataan terhadap bangunan baru sampai ke daerah Cicapar Kec Banjarsari, Kab Ciamis.***

Bagikan: