Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

PAD Masih Minim, Rudy Gunawan Tetap Dukung Pemekaran Garut Selatan

Tim Pikiran Rakyat
Logo Kabupaten Garut/DOK. PR
Logo Kabupaten Garut/DOK. PR

GARUT, (PR).- Pemkab Garut sangat mendukung rencana pemekaran Kabupaten Garut Selatan yang sudah cukup lama menjadi obsesi masyarakat terutama di wilayah selatan. Namun di sisi lain, kondisi pendapatan asli daerah (PAD) Garut Selatan yang masih kecil menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Pemkab Garut sebagai kabupaten induk.

Adanya kekhawatiran terhadap PAD Garsel yang masih relatif kecil diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Namun hal ini diakuinya bukan suatu alasan bagi Pemkab Garut untuk tidak mendukung pemekaran Kabupaten Garsel ini.

"PAD-nya (Garut Selatan) memang masih relatif kecil. Namun kita tetap mendukung penuh rencana pemekaran Kabupaten Garut Selatan ini karena memang dilihat dari sisi lainnya sudah cukup memadai," ujar Rudy di Pendopo Garut, Kamis 11 Juli 2019.

Rudy pun berjanji Pemkab Garut akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD Garut Selatan. Ia melihat banyak potensi alam di Garut Selatan yang bisa digali untuk meningkatkan PAD.

Sektor pariwisata meurut Rudy merupakan salah satu potensi yang begitu besar yang bisa digali untuk meningkatkan PAD Garut Selatan. Menurutnya saat ini potensi sektor wisata yang ada belum tergali secara maksimal sehingga belum bisa memberikan pemasukan yang diharapkan bagi PAD.

Ia mencontohkan, pemasukan dari hotel yang ada di kawasan Garut seltan hingga saat ini hanya mampu menyumbang Rp 300 juta per tahun. Padahal jika melihat potensinya, seharusnya pendapatan PAD-nya jauh lebih besar lagi sehingga masih perlu dioptimalkan.

Hal yang sama tutur Rudy, juga terjadi pada sektor wisata pantai yag juga diilainya masih belum mmberikan kontribusi maksimal pada PAD. Dari catatan yang ada, saat ini sektor wisata pantai hanya mampu menyumbangkan Rp 400 juta per tahunnya bagi PAD Garut.

Pajak bumi dan bangunan

Disampaikannya, selain dari sektor wisata, pendapatan paling besar yang dihasilkan dari wilayah selatan garut selama ini berasal dari pajak bumi dan bangunan (PBB). Disebutkannya, dari PBB dana yang dikumpulkan mampu mencapai sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar per tahun. 

Hal itu, kata Rudy, di luar perkebunan karena pajaknya tidak lagsung masuk ke PAD akan tetapi trlbih dahulu harus masuk ke pusat. Dari perkebunan ini, Pemkab hanya mendapatkan dari PNBP (pendapatan negara bukan pajak) yang merupakan bagi hasil dari pusat yang diuluncurkan  ke DAU (dana alokasi khusus).

"Kalau dari perkebunan kan terlebih dahulu masuk ke pusat. Kita mendapatkan dana bagi hasil melalui PNBP yang tiap tahunnya paling sekitar Rp 2 miliaran," katanya.

Lebih jauh Rudy menjelaskan, dari hasil kajian terakhir pada 2007, ada 16 kecamatan yang akan masuk pada wilayah dfaerah otonomi baru (DOB) Garut Selatan. Pemekaran Garsel ini diharapkan bisa mendorong pembangunan di wilayah pantai selatan.

Namun tambahnya, ternyata untuk dilakukan pemekaran itu tak begitu mudah karena harus ada proses yang terlebih dahulu harus dijalani, termasuk pengkajian. Apalagi untuk saat ini sistemnya sudah berbeda dimana namanya buykan lagi DOB akan tetapi sudah menjadi daerah persiapan dimana selama tiga tahun masih dibantu sama kabupaten induk dan bupatinya pun diisi sama pelaksana tugas (Plt).   

"Pemkab tak akan menghalangi keinginan pemekaran Garut Selatan dari pemkab Garut, malah akan mendorongnya. Namun masih ada proses yang harus kita jalani di antaranya pengkajian, apalagi selama ini wilayah Garut selatan terbilang masih tertinggal dibanding wilayah kota atau utara," ucap Rudy, kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.***

Bagikan: