Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Iklan Rokok Dilarang di Kabupaten Bekasi, Pemkab Bekasi Raih Gelar Awya Pariwara

Tommi Andryandy
BUPATI Bekasi, Eka Supria Atmaja, menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019 di Gedung Prof. Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan RI,  Jakarta, 11 Juli 2019. Penghargaan diberikan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap kawasan tanpa asap rokok.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
BUPATI Bekasi, Eka Supria Atmaja, menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019 di Gedung Prof. Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, 11 Juli 2019. Penghargaan diberikan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap kawasan tanpa asap rokok.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganugerahkan gelar Awya Pariwara kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi. Gelar ini diberikan kepada daerah yang telah memiliki peraturan daerah mengenai kawasan tanpa rokok dan atas upaya pelarangan iklan rokok di luar gedung.

Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, menerima secara langsung penghargaan yang diberikan oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek. Pemberian penghargaan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2019 di Gedung Prof. Sujudi, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, 11 Juli 2019.

Eka menyampaikan rasa syukurnya telah mendapatkan penghargaan tersebut. Eka menyampaikan bahwa Pemkab Bekasi terus mendukung program dan kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, khususnya dalam hal pengurangan dampak risiko rokok dan tembakau.

"Pelarangan iklan rokok di luar gedung sangat perlu dan penting untuk mencegah munculnya perokok-perokok pemula sehingga anak-anak kita terhindar dari bahaya rokok," ucap Eka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny, mengatakan, larangan iklan rokok di luar gedung sudah diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2018 tentang Implementasi Larangan Iklan Rokok di luar gedung. Meski, Enny tidak memungkiri masih ada iklan rokok yang terpampang di beberapa wilayah karena masih menunggu habisnya masa kontrak izin reklame.

"Untuk pengajuan izin baru iklan rokok di luar gedung sudah tidak diberikan lagi, sementara yang masih ada hanya menunggu masa berlaku izinnya habis," kata Enny.

ILUSTRASI Kawasan Tanpa Rokok.*/DOK PR

Cegah ragam penyakit dengan tidak merokok

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengatakan dengan tegas tentang bahayanya rokok bagi kesehatan manusia. Dia mengatakan, setiap manusia bisa mencegah segala macam penyakit yang mengancam tubuh dengan cara berhenti merokok. Pasalnya, rokok menjadi sumber penyakit yang bisa mengancam kehidupan bahkan memupus hari tua.

Menilik Indeks Pembangunan Manusia, kata Nila, usia harapan hidup di Indonesia mengalami peningkatan hingga kini mencapai 71,4 tahun. Namun, dari harapan hidup itu yang masuk masa usia sehat hanya 62 tahun. Artinya, ada delapan sampai sembilan tahun dari umur manusia Indonesia dihabiskan karena sakit.

"Kita sakit-sakitan selama 8-9 tahun. Sayang betul kalau selama itu kita harus sakit-sakitan. Apakah kita bisa mencegah penyakit jantung? Tentu bisa, dengan mengurangi hipertensi dan lainnya. Hipertensi juga meningkat menjangkiti 40% masyarakat Indonesia. Maka dari itu, wajib bagi kita mengubah pola hidup menjadi sehat,” katanya.

Lebih dari itu, kata Nila, rokok ternyata menyebabkan keuangan BPJS Kesehatan menjadi defisit. Bahkan, rokok disebut sebagai sumber penyebab defisit terbesar.

"Apa penyebabnya? Karena zat-zat yang terkandung di dalam rokok adalah penyebab penyakit katastropik yang membebani BPJS Kesehatan sekitar 30 persen, dan menjadi sumber defisit terbesar BPJS Kesehatan. Maka penting bagi kita menjaga kesehatan dan menyadari bahaya konsumsi rokok," kata dia.***

Bagikan: