Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Proyek Tol BORR Dihentikan, Kemacetan Terjadi  di Bogor Barat

PEKERJA mengevakuasi reruntuhan balok penyangga cetakan pier head 109 proyek Tol Bogor Riang Road yang ambruk saat proses pengecoran, Rabu, 10 Juli 2019. Dua pekerja dilaporkan terluka ringan dalam kejadian tersebut.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PEKERJA mengevakuasi reruntuhan balok penyangga cetakan pier head 109 proyek Tol Bogor Riang Road yang ambruk saat proses pengecoran, Rabu, 10 Juli 2019. Dua pekerja dilaporkan terluka ringan dalam kejadian tersebut.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).-  Kemacetan panjang terjadi di kawasan Bogor Barat, Kota Bogor, sebagai imbas dari ambruknya balok penyangga cetakan pier head proyek Tol Bogor Ring Road (BORR) Seksi IIIA di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor,  Rabu, 10 Juli 2019.  Kepolisian Resor Kota Bogor dan Dinas Perhubungan Kota Bogor terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung.

Dari pantauan Pikiran Rakyat hingga Rabu sore, proses rekayasa lalu lintas terus berlangsung. Kendaraan dari arah Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, yang menuju  Simpang Yasmin dialihkan menuju jalur Atang Sendjaja, berbelok ke arah Semplak. Begitu pula sebaliknya. 

Imbasnya, terjadi antrean kendaraan di beberapa titik seperti di Simpang Salabenda, Jalan Atang Sandjaya, Semplak, Simpang Yasmin, dan Jalan Abdullah Bin Nuh.

“Pilihannya memang hanya lewat Atang Sendjaja, kecuali bagi warga lokal biasanya tahu jalan alternatif lain, lewat daerah Kencana atau Mekarwangi, tetapi jalannya sempit,” ucap Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor Theo Patricio kepada Pikiran Rakyat, Rabu, 10 Juli 2019.

Theo mengaku belum dapat memprediksi sampai kapan rekayasa lalu lintas imbas proyek Tol BORR akan berlangsung. Theo menyarankan kepada masyarakat untuk menghindari kawasan tersebut karena dipastikan akan terjebak kemacetan.

“Mudah-mudahan bisa segera dinormalisasi kembali jalan arteri Tol BORR, karena dampak penutupannya berimbas kepada antrean kendaraan di mana-mana,”  kata Theo.

Permintaan maaf

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar Hendro Atmojo memohon maaf atas ketidakyamanan masyarakat atas peristiwa ambruknya balok penyangga cetakan Pier Head kolom 109. Menurut Hendro, Jasa Marga dan PT MSJ akan terus melakukan tindakan preventif dan korektif dengan tetap mengedepankan unsur-unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta evaluasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami terus berupaya agar  jalur bisa kembali dibuka, tapi tetap keamanan pengendara harus jadi yang utama, kita ingin pastikan jalan arteri proyek Tol BORR benar-benar aman dilalui,” kata Hendro.***

 

Bagikan: