Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 20.3 ° C

Penyebab Hilangnya Mahasiswi Unpad, Diduga Akibat Kena Guna-guna

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI mahasiswi hilang.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI mahasiswi hilang.*/DOK. KABAR BANTEN

SUMEDANG,(PR).- Polisi Resort Sumedang, sampai saat ini masih terus mendalami kasus dibalik hilangnya RS (22) mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor. Terlebih setelah mahasiswi yang hilang tersebut berhasil ditemukan oleh pihak keluarga di wilayah Tarogong, Kabupaten Garut, beberapa hari lalu.

Pihak kepolisian pun dengan sigap langsung melakukan visum, dan meminta keterang dari korban. Seperti disampaikan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, kepada sejumlah wartawan, sesaat setelah melaksanakan kegiatan upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-73, di Alun-alun Situraja, Rabu 10 Juli 2019.

Menurut Kapolres, setelah sempat dilaporkan hilang sejak 10 Juni 2019, mahasiswi Unpad itu kini memang telah ditemukan oleh pihak keluarga dalam keadaan selamat.

Namun dibalik itu, sesuai hasil visum, mahasiswi ini diduga pernah dicabuli oleh pelaku yang sempat membawanya, hingga dia menghilang selama hampir satu bulan.

Dugaan sementara, kata Kapolres, si pelaku ini, kemungkinan telah mengguna-guna korban terlebih dahulu sebelum akhirnya membawa RS pergi. "Dari hasil visum, ada indikasi ke sana (pencabulan)," ujarnya.

Selain diduga pernah mencabuli, pelaku gendam (semacam guna-guna) itu pun diduga telah membawa handphone berikut uang milik korban.

"Karena saat ditemukan, handphone milik korban juga hilang. Korban juga kehilangan uang lima ratus ribu rupiah di rekening pribadinya. Uang itu merupakan transferan Ibunya," kata Hartoyo.

Adapun kronologis hilangnya RS ini, lanjut Hartoyo, menurut hasil penyelidikan, sepulang dari Garut dan tiba di sekitar kawasan Cileunyi, RS ini awalnya sempat dihampiri oleh seorang lelaki.

"Diduga korban saat itu kebingungan lalu dihampiri orang yang berada di sekitar Cileunyi itu. Korban seperti kena gendam, karena setelah berinteraksi dengan seseorang yang menemuinya itu, korban hanya bisa menuruti dan mengikuti keinginan pelaku," katanya.

Sejak pertemuan itulah, korban terus mengikuti keinginan pelaku. Keberadaan pelaku dan korban pun, kata Kapolres, selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya di wilayah Kabupaten Garut.

"Tidak netap, mereka ini pindah-pindah hingga akhirnya ditemukan pihak keluarga di kawasan Tarogong, Garut," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman. 

Dan setelah berhasil ditemukan, pihak keluarga langsung berkoordinasi dengan Polsek Jatinangor dan Polres Sumedang.

"Ciri-ciri pelaku sudah dikantongi, dan sekarang kami sedang mencarinya," ujar Kapolres.*** ***

Bagikan: