Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

Belum Setahun Menjabat, Kepala Desa di Kabupaten Bekasi Ditangkap karena Lakukan Pungutan Liar

Tommi Andryandy
ILUSTRASI pungutan liar.*/DOK. PR
ILUSTRASI pungutan liar.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Kepolisian Resor Metro Bekasi menangkap seorang kepala desa, Marham (42), lantaran melakukan pungutan liar. Ironisnya, Kepala Desa Nagasari, Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, ini baru menjabat kurang dari setahun.

Pada pemilihan kepala desa yang digelar serentak pada Agustus 2018, Marham menjadi kepala desa terpilih yang kemudian dilantik pada 28 September 2018. Sembilan bulan berselang, Marham ditangkap. Kasus Marham pun kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.

“Kami mendapat limpahan berkas dari kepolisian terhadap yang bersangkutan. Selanjutnya, kami akan proses untuk kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bekasi, Angga Dhielayaksa, Rabu, 10 Juli 2019.

Marham ditangkap dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai kepala desa. Dia memanfaatkan tanah kas desa (TKD) untuk memerkaya diri. “Jadi ada permintaan dari yang bersangkutan kepada pihak pengelola tanah,” kata Budi Setia Mulya, selaku jaksa penuntut umum.

Tanah itu memiliki luas 6.000 meter persegi dan kini difungsikan sebagai Pasar Pasirkupang. Diungkapkan Budi, Marham meminta uang kepada pihak pengelola pasar sebagai biaya sewa tanah dengan total mencapai Rp30 juta.

“Dari berkas yang diterima, sebenarnya pihak pengelola telah membayar biaya sewa. Namun, dibayar pada saat kepemimpinan desa yang lama. Kemudian, diminta lagi sama tersangka ini,” ucap Budi. Biaya sewa tanah mencapai Rp15 juta per tahun dan Marham meminta untuk biaya dua tahun sekaligus.

ILUSTRASI penggelapan uang.*/DOK. KABAR BANTEN

Marham meminta uang disertai ancaman

Tidak hanya itu, penyidik menemukan unsur ancaman yang dilakukan Marham saat meminta uang tersebut. Kepala desa itu mengancam akan menutup pasar apabila pengelola tidak menuruti permintaan hingga batas waktu yang ditentukan. Karena takut atas ancamannya, pihak pengelola pasar menurutinya.

Marham ditangkap beserta barang bukti berupa dua amplop warna coklat yang berisikan uang tunai Rp15 juta dan satu bundel dokumen Perdes Nomor 04 Desa Nagasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi tentang penetapan alih fungsi TKD. Penyidik pun menyita satu unit Toyota Fortuner warna hitam milik sang kepala desa.

Diungkapkan Budi, atas kasus ini, Marham dikenakan pasal Pasal 12 huruf (e) Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 dan pidana denda paling sedikit Rp 20 juta.

“Saat ini kami tengah melengkapi berkas tuntutan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor,” ucap dia.***

Bagikan: