Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 24.6 ° C

Balok Penyangga Tol BORR Ambruk, Dua Orang Terluka

PEKERJA mengevakuasi reruntuhan balok penyangga cetakan pear head 109 proyek Tol Bogor Riang Road yang ambruk saat proses pengecoran, Rabu (10/7/2019).  Dua pekerja dilaporkan terluka ringan dalam kejadian tersebut.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
PEKERJA mengevakuasi reruntuhan balok penyangga cetakan pear head 109 proyek Tol Bogor Riang Road yang ambruk saat proses pengecoran, Rabu (10/7/2019). Dua pekerja dilaporkan terluka ringan dalam kejadian tersebut.*/ WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).- Balok penyangga cetakan Pear Head tepatnya di kolom 109  proyek pembangunan jalan Tol Bogor Ring Road Seksi III A (Simpang Yasmin-Simpang Semplak), ambruk, Rabu 10 Juli 2019, sekitar pukul 5.15. Dua pekerja yakni Acil (25) dan Hanif (25)  dilaporkan terluka saat kejadian dan dilarikan ke rumah sakit.

Kapolsek Tanah Sareal Komisaris Syarif Syamsu mengatakan, berdasarkan keterangan saksi,  saat balok penyangga runtuh,  dua pekerja yang terluka sedang berada di atas balok penyangga. Satu pekerja  bernama M.Ilham Akbar yang juga berada di lokasi kejadian dilaporkan selamat dari runtuhnya balok penyangga cetakan Pier Head.  Hingga menjelang siang, Polsek Tanah Sareal terus memonitor  proses evakuasi material reruntuhan balok penyangga.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 5.15, dan begitu kejadian korban langsung diselamatkan dan dibawa ke Rumah Sakit Hermina.  Informasinya hanya luka ringan, Tidak menutup kemungkinan ada korban lain, tetapi sejauh ini baru dua orang," ucap Syamsu.

Direktur Utama Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku operator Tol BORR Hensro Atmodjo menuturkan, pada saat kejadian, PT PP selaku pelaksana proyek sedang melakukan proses pengecoran  beton berjalan. Namun rupanya balok penyangga atau cetakan Pier Head  tidak kuat  sehingga melengkung dan mengakibatkan beton tumpah ke jalan arteri di bawahnya.

“Kejadian tersebut terjadi saat pengecoran pada Truck Mixer  yang ke-22 dari total rencana 25 truck Mixer. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sebanyak dua orang pekerja mengalami luka ringan akibat material dan saat ini sudah dalam perawatan,”  ujar Hendro dalam keterangan pers yang diterima "PR".

Atas kejadian tersebut, PT MSJ telah menghentikan pekerjaan sementara untuk mengevaluasi metode pelaksanaan proyek secara menyeluruh bersama  PT PP dan Konsultan PT Indec KSO  agar kejadian yang sama tidak terulang. Menurut Hendro,  Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan juga akan mengidentifikasi lebih lanjut insiden tersebut. KKJTJ akan melakukan penelitian dan mengevaluasi penyebab kejadian ini.

"Nantinya hasil evaluasi tersebut akan diaplikasikan dalam metoda kerja agar kejadian yang sama tidak akan terulang lagi," ujar Hendro.

Pengalihan arus

Dari pantauan "PR" di lokasi, ambruknya beton penyangga beton di proyek lokasi Tol BORR mengakibatkan antrean kendaraan mengular  lantaran kawasan proyek ditutup sementara. Para pekerja juga terpantau membersihkan material balok penyangga cetakan Pier Head yang tercecer di Jalan Soleh Iskandar.

Atas kondisi tersebut, PT MSJ  bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan. Dari arah Parung, kendaraan dialihkan ke Simpang Yasmin lalu berbelok ke Simpang Semplak/Atang Sanjaya, begitu pula sebaliknya. Namun  untuk kendaraan bermotor masih diperbolehkan melintasi jalur proyek Tol BORR dan diarahkan untuk berbelok ke Jalan Kayu Manis.

“Kami menargetkan siang hari ini arus lalu lintas diupayakan dapat berfungsi normal kembali,” ucap Hendro.

Jasa Marga dan PT MSJ memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kejadian ini. Jasa Marga dan PT MSJ juga akan terus melakukan tindakan preventif dan korektif dengan tetap mengedepankan unsur-unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta evaluasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.***

Bagikan: