Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Sumur Artesis Tidak Berfungsi, Warga Sindangmekar Harus Antre Air 

Tim Pikiran Rakyat
WARGA Dusun Sindangkasih, sedang antre air. Selama musim kemarau sumur artesis di wilayah tersebut tidak berfungsi.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
WARGA Dusun Sindangkasih, sedang antre air. Selama musim kemarau sumur artesis di wilayah tersebut tidak berfungsi.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Memasuki musim kemarau ini, warga di wilayah Dusun Sindangmekar Desa Sukamukti Kecamatan Tanjungmedar, sudah mulai didera krisis air bersih. Akibatnya, ratusan kepala keluarga (KK) di kawasan relokasi bencana tahun 2004 itu pun kini terpaksa harus antre air bersih di sekitar pemukimannya.

Seperti diakui Ketua RT 03 Dusun Sindangmekar, Komarudin, Senin 8 Juli 2019. Menurut Komarudin, krisis air di kawasan relokasi bencana tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2004 lalu, ketika mereka dipindahkan dari pemukiman lama (lokasi bencana di Dusun Bungbulang). 

Dari mulai pindah ke sana, kata Komarudin, fasilitas air bersih di kawasan relokasi Sindangmekar itu memang masih belum optimal, pasalnya sumur artesis yang menjadi sumber utama untuk kebutuhan pengairan di perkampungan tersebut, sampai sekarang belum berfungsi secara normal.

"Sejak kami pindak ke pemukiman ini juga, kami sering mengalami krisis air, terutama setiap musim kemarau. Sumur artesis memang sudah ada, tapi tidak berfungsi, soalnya mesin penyedot airnya selalu jebol. Makanya, sumur artesis ini tidak difungsikan," kata Komarudin.

Mengandalkan MCK

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga pun hanya mengandalkan MCK yang telah dibangun Pemerintah Desa di sekitar pemukiman, dengan sumber air mengulur dari mata air yang terletak di wilayah Desa Wargaluyu.

Namun yang menjadi persoalan, sumber air di MCK itu pun hanya dapat difungsikan pada musim hujan saja, sebab jika musim kemarau seperti sekarang, debit airnya selalu mengecil sehingga air yang disalurkan dari Desa Wargaluyu itu pun tidak bisa sampai ke bak penampungan MCK.

Oleh karena itu, tidak heran jika setiap musim kemarau tiba, warga terpaksa harus memutuskan pipa air tersebut agar air dari pipanya bisa diambil.

Sebab, dari pipa itu lah warga akhirnya bisa mendapatkan air, walaupun harus antre bersama puluhan warga lainnya.

"Karena air dari pipa ini tidak naik ke bak MCK, jadi kami terpaksa harus memutus pipa airnya. Makanya jangan heran kalau tiap hari banyak warga yang mencuci dan mengambil air di pipa ini, walaupun airnya kecil tapi lumayan lah," ujarnya.

Persoalan ini, kata Komarudin, sebenarnya sudah diketahui oleh pihak desa, namun sayang dari dulu masih saja belum ditindaklanjuti. Namun untungnya, pemerintah desa yang baru ini langsung merespon persoalan yang dekeluhkan warga Sindangmekar.

"Alhamdulillah ayeuna mah Pa Kuwuna respon. Malah dinten ieu oge pa kuwu tos nugaskeun aparat desa kanggo ngadangdosan mesin panyedot cai. Mudah-mudahan pami tos didangdosan mah artesis ieu tiasa fungsi deui, janten warga moal terus-terusan sesah ku cai," ucapnya.

Tidak ada anggaran

Kepala Desa Sukamukti, Usdi Supriatna, membenarkan kondisi tersebut. Menurut Usdi, masalah krisis air di Sindangmekar ini memang sudah terjadi sejak lama. Salah satu penyebabnya, tiada lain karena tidak berfungsinya sumur artesis di kawasan relokasi tersebut.

"Saya kan baru, jadi kurang tahu persoalan itu, saya kira sudah tidak ada masalah, makanya kami tidak menganggarkan biaya untuk perbaikan sarana prasarana artesis di dusun itu," ujar Usdi kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Namun demikian, sebagai kepala desa dia tentu harus cepat tanggap dalam mengantisipasi setiap permasalahan yang dialami warga. Karenanya, meski belum masuk anggaran, dia tetap saja berupaya untuk melakukan perbaikan agar artesis tersebut bisa secepatnya difungsikan.

"Untuk sementara ini, kami sudah membeli mesin penyedot air yang menggunakan listrik, mudah-mudahan saja jalan. Soalnya mesin sedot dari deasel kan rusak," katanya.

Jika upaya ini berhasil, kedepannya pihak desa akan menganggarkan untuk pembuatan bak penampung di atas pemukiman. Supaya air dari sumur artesis itu nantinya bisa ditarik ke bak penampungan, dan langsung disalurkan ke rumah penduduk.

Ditambahkan Usdi, secara keseluruhan warga di Dusun Sindangmekar ini terbagi dalam tiga wilayah RT dengan jumlah penduduk sekitar 100 KK. Apabila sumur artesis itu berfungsi, maka kebutuhan air bersih ratusan KK tersebut pasti akan terpenuhi.***
 

Bagikan: