Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Blok F Segera Diratakan, Pedagang Bingung karena TPS Kurang Layak

Windiyati Retno Sumardiyani
PEDAGANG membongkar dagangan di kawasan blok F Pasar Kebon Kembang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin, 8 Juli 2019. Meskipun diminta mengosongkan pasar blok F , para pedagang belum menempati kios penampungan sementara karena kondisinya dinilai kurang layak. */WINDIYATI/PR
PEDAGANG membongkar dagangan di kawasan blok F Pasar Kebon Kembang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin, 8 Juli 2019. Meskipun diminta mengosongkan pasar blok F , para pedagang belum menempati kios penampungan sementara karena kondisinya dinilai kurang layak. */WINDIYATI/PR

BOGOR,(PR).- Pemerintah Kota Bogor melalui Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya memberikan tenggat kepada pedagang blok F Pasar Kebon Kembang untuk mengosongkan Blok F. Di sisi lain, pedagang pasar mengeluhkan kondisi tempat penampungan sementara (TPS) pedagang yang kondisinya sudah rusak sebelum ditempati.

Sekretaris Paguyuban Pasar Blok F, Edy Junaedi menuturkan, pemberitahuan pengosongan kios sudah dilayangkan PD Pasar Pakuan Jaya sejak Kamis, 4 Juni 2019. Menurut Edy, pedagang sudah hampir mengosongkan  kios lama.

Akan tetapi, mereka belum bisa menempati tempat penampungan sementara bagi pedagang karena kondisi tempat penampungan yang sudah lapuk. Beberapa tempat penampungan pedagang lainnya juga belum rampung dibangun sehingga pedagang terpaksa mengangkut  barang dagangan mereka ke rumah.

“Ya jujur ekonomi kami tersendat, karena kondisi TPS-nya seperti itu, saya enggak mau bilang. Pedagang tidak bisa langsung pindah tidak, tetapi harus merenovasi  TPS yang dikasih oleh PD PPJ,” ucap Edy Junaedi saat dijumpai Pikiran Rakyat di  Blok F Pasar Kebon Kembang, Senin, 8 Juli 2019. 

Menurut Edy, sesuai kesepakatan dengan PD PPJ Kota Bogor, ada 160 kios TPS yang disediakan untuk menampung pedagang eks blok F. Ada tiga lokasi yang disiapkan yakni di kawasan lorong blok F, Nyi Radja Permas, dan Jalan Dewi Sartika. Ukurannya 2x2 meter untuk di kawasan lorong dan Nyi Radja Permas, sementara di  Jalan Dewi Sartika seluas 2x1,5 meter.

“Kerusakan TPS paling banyak di lorong. Kita tentu enggak mau ambil resiko dengan langsung memindahkan barang dagangan ke TPS. Terpaksa kita bawa pulang, TPS itu hanya bisa dijadikan lokasi display saja,” kata Edy.

Revitalisasi tepat waktu 

Meskipun  TPS dinilai kurang layak, Edy menyebutkan pedagang pasar tidak akan mengajukan keberatan kepada PD Pasar Pakuan Jaya. Menurut Edy, TPS bukanlah tujuan utama pedagang eks blok F. Mereka hanya berharap revitalisasi Blok F bisa dilaksanakan tepat waktu, sehingga mereka bisa berjualan kembali di kios masing-masing.

“Kita berikan kesadaran ke teman-teman semua ya untuk bangun sendiri kios sementaranya, ya kita berkorban dulu 1 tahun, tetapi kami harap PD PPJ bisa pegang komitmen agar harga kios nanti sesuai dengan SK Direksi, sekitar Rp 1,8 juta per meter. Hak kami jangan sampai hilang, kalau dulu punya tiga kios ya tiga kios,” ucap Edy.

Sementara itu, Direktur PD PPJ Kota Bogor Muzakkir mengatakan, sesuai kesepakatan, mulai Senin  pukul 12.00 WIB, pedagang sudah harus mengeluarkan seluruh barang dagangan mereka dari kios lama.  Pemenang lelang juga sudah melakukan eksekusi pembongkaran dimulai dari pembongkaran rollingdoor di bagian depan.

“Memang ada beberapa sisa seperti patung-patung yang belum dibereskan, ini dilakukan secara bertahap saja. Sejauh ini eksekusi pembongkaran sudah dilakukan,  ada waktu satu bulan agar semua rata enggak ada puing-puingnya,” kata Zakkir.

Terkait TPS, Zakkir tak menampik TPS tersebut sudah dibangun sejak lama.  Zakkir menyebut ada beberapa pedagang yang menginginkan kondisi TPS lebih baik, dan PD PPJ mempersilakan kepada pedagang untuk menata TPS sesuai keinginan mereka.

“Ada beberapa yang sudah masuk TPS, tapi ada yang ingin lebih baik, jadi mereka ada yang pasang keramik, merapihkan TPS, jadi mereka bawa barang dulu ke rumah, kondisi di lapangan seperti itu,” kata Zakkir.***

Bagikan: