Pikiran Rakyat
USD Jual 14.130,00 Beli 13.830,00 | Sebagian cerah, 27.1 ° C

Tukang Bubur Diancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Irwan Natsir
null
null

CIBINONG,(PR).- Pelaku pembunuhan terhadap anak usia 7 tahun di Desa Cipayung Girang Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, tersangka H (23) diancam hukuman penjara seumur hidup yang dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak dan KUHP.

Demikian disampaikan Kapolres Bogor AKBP A.M. Dicky kepada wartawan Jumat 5 Juli 2019 di Cibinong.

Pihak kepolisan telah menahan dan melakukan pemeriksaan atas tuduhan pembunuhan yang dilakukan kepada korban FAN yang sempat diduga hilang pada 29 Juni lalu.

Menurut Kapolres A.M.Dicky, kasus ini termasuk penganiayaan fisik terhadap anak yang menyebabkan meninggal dunia, dan atau persetubuhan atau pencabulan terhadap anak, dan atau tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. "Atas perbuatan tersangka tersebut maka dikenakan pasal berlapis," ujarnya.

Kasus yang dilakukan tukang bubur itu berawal  pada hari Sabtu 29 Juni 2019 sekitar pukul 11 WIB, saat H pulang berjualan bubur ke kontrakannya. Lalu datang korban FAN meminta uang Rp 2.000, pelaku memberikannya.

Beberapa waktu kemudian, korban mengambil uang H Rp 10.000. Kemudian H memanggil korban dan bertanya tentang uang Rp10.000 tersebut.

Dengan iming-iming akan diberi uang tambahan Rp 5.000, H memaksa korban untuk mengikuti keinginannya. Pelaku mencium pipi korban sebanyak dua kali dan bibir korban.

Saat H mencium bibir korban, korban melawan dan pelaku berniat untuk menghabisi nyawa korban. H membekap mulut korban dengan tangan,  kemudian korban dimasukkan ke dalam ember berisi air penuh.

Setelah 15 menit korban dimasukan ke dalam ember dan  dipastikan tidak bernyawa lagi, pelaku mengangkat korban dan ditelentangkan di atas karpet. Tukang bubur itu masih berniat melanjutkan aksinya untuk menyetubuhi korban.

Setelah selesai menyetubuhi, ia langsung memasukkan korban ke dalam bak mandi dengan posisi terlentang dan ditutupi dengan karpet dan baju-baju kotor.  Meletakkan ember-ember berisi air di atas tumpukan baju tersebut, supaya tidak terlihat.

Kabur ke tiga kota

Setelah melakukan perbuatan bejatnya H mengganti pakaiannya dan pergi ke rumah temannya. Ia meminjam uang kepada temannya sebesar Rp 300.000 dengan alasan akan dikirim ke kampung. Namun ia menggunakan uang itu untuk melarikan diri ke Surabaya, Semarang, dan Pemalang, dan kemudian ditangkap oleh kepolisian resor Bogor.

Kapolres Dicky mengatakan, pada malam hari sebelum hari kejadian, H menonton film porno dan pada pagi harinya terobsesi dengan film porno tersebut. Sehingga sudah ada niat dan rencana untuk menyetubuhi korban sebagai pelampiasan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejak tahun 2016 H sering mencuri celana dalam milik tetangganya untuk dihisap sebagai penyaluran nafsu birahinya. Hingga saat ini sudah sekitar 1.000 celana dalam yang dicurinya. H juga memiliki kebiasaan menonton film porno yang diperankan oleh anak-anak.

Menurut Kapolres, pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 dan atau pasal 81 atau pasal 82 undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 338 KUHP Jelaskan 2 atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup.***

Bagikan: