Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Temukan Praktik Pungli? Laporkan Lewat Siberli

Novianti Nurulliah
GUBERNUR Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil meluncurkan Siberli , di Gedung Sate,  Jalan Diponegoro,  Kota Bandung,  Jumat 5 Juli 2019. */ NOVIANTI NURULIAH/PR
GUBERNUR Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil meluncurkan Siberli , di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat 5 Juli 2019. */ NOVIANTI NURULIAH/PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan sistem pelaporan praktik pungutan liar secara digital melalui Siberli (Sistem Informasi Sapu Bersih Pungli).

Warga bisa melaporkan dugaan praktik pungutan liar pada situs siberli.jabarprov.go.id yang kemudian akan diproses hingga akhirnya berujung pada sanksi terhadap pelaku jika terbukti melakukan pungli.

Secara resmi Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil telah meluncurkan Siberli  di Gedung Sate,  Jalan Diponegoro,  Kota Bandung,  Jumat 5 Juli 2019.

"Kita merilis satu inovasi agar pembangunan di Jabar bisa terjaga terawasi dengan maksimal melalui interaksi pelaporan digital. Selama ini banyak yang melakukan pelaporan secara manual sehingga proses dan statistiknya susah untuk dilacak secara komprehensif. Jadi tim Satgas Saber Pungli ini sebuah program pelaporan digital yang namanya Siberli (Sistem Informasi Sapu Bersih Pungli)," ujar Ridwan.

Menurut dia, masyarakat bisa mengakses di website siberli.jabarprov.go.id kemudian melaporkan kejadian yang dianggap merugikan terkait pungli. Nanti laporannya akan masuk dan oleh sistem akan memberikan tahapan-tahapan prosesnya.

"Kalau masih diverifikasi dia akan melaporkan, kalau sedang diusut ada statusnya sampai nanti pelaporan hasil akhirnya apakah terbukti ada atau tidak, akan dilaporkan. Sehingga warga bisa memonitor maksimal dalam 20 hari, " kata dia.

Ridwan menuturkan, nanti tim Saber Pungli akan memutuskan tingkat permasalahannya yang bisa termasuk pelanggaran administratif kedisiplinan atau pidana. Jika pelanggaran administratif maka kemungkinan diserahkan kepada instansi terkait, inspektorat misalnya. Tapi kalau mengandung unsur pidana, maka SOP akan membawa hasil laporan digital ini ke penyidikan di Polda yang dikoordinasikan Saber Pungli.

"Mudah-mudahan interaksi digital ini sejalan dengan visi Jabar sebagai provinsi digital dan hidup kita fokus saja pada hal positif sehingga kualitas integritas bisa dibantu ditangani melalui teknologi," ujar dia.

Ridwan pun menegaskan,  warga jangan khawatir dengan identitasnya. Sistem akan melindungi data pelapor. Di dalam sistem informasi yang terbaca hanya ada kode pengaduan.

Dia pun menambahkan,  pelapor harus menyertakan bukti-bukti agar laporan lebih cepat diproses.

"Kalau mau melaporkan lebih banyak bukti maka waktu pengecekan pengusutan bisa kurang dari 20 hari. Misalkan rekaman suara, foto, dan lainnya. Karena di lampirannya pelaporannya bisa menampilkan foto. Saya minta masyarakat proaktif memonitor pelayanan publik. Kalau dirasa ada pungli laporkan dengan cepat lewat Siberli," kata dia. ***

Bagikan: