Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Lebih dari Seribu Hektare Sawah di Pangandaran Mulai Kekeringan

Agus Kusnadi
AREA persawahan yang berada di Kampung Kandangmenjangan, Desa Pananjung, Kec Pangandaran mulai kering dan retak-retak sehingga petani terancam gagal tanam, Kamis, 4 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/PR
AREA persawahan yang berada di Kampung Kandangmenjangan, Desa Pananjung, Kec Pangandaran mulai kering dan retak-retak sehingga petani terancam gagal tanam, Kamis, 4 Juli 2019.*/AGUS KUSNADI/PR

PARIGI,(PR).- Areal persawahan milik warga di beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran mulai mengering dan retak-retak. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menyebutkan, jumlah sawah yang mengalami kekeringan sekitar 1.088 hektare.

"Dari areal persawahan yang ada di wilayah Kab Pangandaran seluas 16.564 hektar, ada 1.088 hektar yang sudah mengalami kekeringan," kata Kepala Dinas Pertanian, Sutriaman, Kamis, 4 Juli 2019.

Data tersebut, kata Sutiaman, berdasarkan pendataan mulai dari 22 hingga 30 Juni 2019. 

Perinciannya, dari 1.088 hektar itu terbagi tiga katagori kekeringan. Yaitu kekeringan ringan seluas 767 hektare, kekeringan sedang 291 hektare, dan kekeringan berat seluas 30 hektare.

"Kalau kemarau terus berlanjut, areal sawah yang terancam kekeringan bertambah sekitar 3.729 hektare yang terjadi di seluruh kecamatan di Kabupaten Pangandaran. Tepatnya, areal sawah yang ada di 41 desa," ujarnya.

Sutiaman mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kekeringan dengan cara melakukan perbaikan jaringan irigasi pedesaan atau jides, serta anjuran tanam varietas yang tahan kekeringan dan varietas yang berumur rendah.

"Sedangkan apabila sudah terjadi kekeringan, upaya yang kita lakukan adalah melakukan mobilisasi perpompaan atau pompanisasi bagi wilayah yang masih ada sumber airnya, serta penerapan sistem gilir giring," tutur Sutriaman.

Pasokan air bersih

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Kab Pangandaran, Nana Ruhena, mengatakan bahwa kekeringan sudah membuat sumur warga di beberapa wilayah menjadi kering. 

"Bahkan sudah ada warga di beberapa desa di tiga kecamatan meminta untuk dikirim pasokan air karena sudah sulit untuk mendapatkan air bersih," ujar Nana.

Adapun desa yang sudah meminta pengiriman air bersih saat ini, kata Nana, yaitu warga di Desa Parakanmanggu Kec. Parigi, Desa Kalipucang Kec. Kalipucang, Desa Karangsari dan Desa Pasirgeulis di Kec. Padaherang. Daerah tersebut, menurut Nana, merupakan daerah langganan kekeringan dan sulit untuk mendapatkan air bersih ketika musim kemarau.

"Berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau tahun ini akan berlangsung lama," ujarnya.

Hingga saat ini, kata Nana, BPBD Kab Pangandaran belum mengeluarkan status darurat bencana kekeringan. Maka untuk penyediaan kebutuhan pokok air minum sehari-hari, kewenangan nya masih ada di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran.

"Kecuali sudah ditetapkan status darurat bencana, baru BPBD melakukan upaya penanganan yang dibantu oleh beberapa dinas terkait," ujarnya.***

Bagikan: